DestinationHeadline NewsTourism

BI Dorong Jakarta Optimalkan Wisata MICE Untuk Dongkrak PAD

Bank Indonesia (BI) Perwakilan DKI Jakarta menilai pariwisata Jakarta memiliki potensi untuk meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD). Potensi itu terlihat dari wisata bisnis atau yang dikenal dengan meetings, inventive, convention, and exibhition (MICE).

Kepala Perwakilan Bank Indonesia DKI Jakarta, Hamid Ponco Wibowo mengatakan wisatawan yang datang ke Jakarta, kebanyakan bertujuan untuk berbisnis. Jika dipersentasekan jumlahnya mencapai 53 persen dan sisanya 47 persen untuk berplesiran.

“Pengembangan MICE dapat menjadi pijakan awal untuk mendorong industri pariwisata Jakarta,” ujar Hamid, dalam acara media gathering BI Perwakilan DKI di Yogyakarta, belum lama ini.

Menurut Hamid, Jakarta memiliki  empat fasilitas pendukung untuk mengembangkan wisata MICE. Fasilitas itu diantaranya   Jakarta Convention Center seluas 15.615 meter persegi dengan kapasitas 16.650 orang. Kedua, Jakarta International Expo seluas 35.487 meter persegi kapasitas 67.000 orang. Selain itu, Grand Sahid Jaya 5.380 meter kapasitas 6.580 orang dan Bidakara seluas 2.800 meter dan kapasitas 4.440 orang.

Selain itu, Jakarta juga ditopang infrastruktur yang memadai, belum lagi ada perbaikan dan pembenahan moda transportasi yang semakin nyaman dan aman.

Data yang  dihimpun BI,jumlah kegiatan MICE di Jakarta mencapai 652 kegiatan pada 2017, dan naik menjadi 892 kegiatan pada tahun 2018.

Sayangnya, peringkat MICE di Jakarta selama lima tahun terakhir menunjukkan tren penurunan. Bila pada tahun 2013, peringkat MICE di Jakarta di posisi 94, maka pada tahun 2014 menurun menjadi peringkat 130. Lalu turun ke peringkat 168 pada 2015, dan peringkat 178 pada 2016 serta terperosok ke peringkat 216 di tahun 2017.

Namun, Hamid optimis jika Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan jajarannya serta dibantu stakeholder, bekerjasama untuk mengembangkan wisata MICE, posisi Jakarta akan meroket.

Kepotimisan serupa juga dilontarkan Kepala Tim Advisory dan Keuangan BI DKI Jalarta, M Cahyaningtyas. Cahyaningtyas  mengatakan sektor pertumbuhan ekonomi Jakarta banyak ditopang oleh jasa.  Ia melihat, Pemprov DKI telah memberikan perhatian khusus terhadap pengembangan pariwisata. Terlihat dari anggaran pariwsata tahun 2019 mencapai Rp 800 miliar atau meningkat dibandingkan tahun 2018 sekitar Rp 400 miliar.

Tidak hanya itu, RPJMD DKI juga sudah mendukung pengembangan pariwisata. Hanya saja, dukungan itu lebih cenderung ke wisata leisure saja, tidak menitikberatkan pada wisata MICE. “Kami ingin dukungan itu lebih mengembangkan wisata MICE. Kenapa? Karena wisman MICE tingkat belanjanya lebih tinggi. Mereka lebih lama tinggalnya dan belanjanya bisa 5-10 kali belanja wisman leisure,” ujar Cahyaningtyas.

 

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close