BusinessCulinary TourismFood

Bisnis Makanan dan Minuman Ringan di Thamrin City Semakin Menggeliat

Pada masa kini, kebutuhan akan makanan dan minuman tidak lagi sebagai kebutuhan dasar, melainkan sudah menjadi tren di kalangan masyarakat, khususnya kalangan milenial.  Hal itu terbukti, dengan maraknya aktivitas makan dan minum.

Kebanyakan mereka yang melakukan aktivitas itu, berasal dari kalangan milenial, mulai dari bicara bisnis, sekedar nongkrong hingga menjalin asmara. Apalagi ditambahnya banyak, tempat makan dan minum yang di desain kekinian. Bahkan, milineal bukan lagi sebagai konsumen, namun kalangan usia produktif itu, juga ikut terjun ke bisnis kuliner.

General Manager Marketing TM Thamrin City Dharmawaty membenarkan kondisi tersebut. Menurutnya, kalangan milenial memiliki kreativitas yang tinggi dalam menciptakan suatu produk, termasuk kuliner. Inovasi terus dikeluarkan untuk menarik pembeli dengan konsep kekinian. Dharmawaty melihat, makanan dan minuman ringan (mamiri) menjadi produk yang sangat digandrungi pebisnis milenial.

“Mamiri merupakan pilihan para generasi milenial ini untuk membuka bisnis baru dengan konsep street food, membuka di rumah tanpa kedai, atau membuka outlet-outlet ringan di pusat-pusat perbelanjaan, “ ujar Dharmawaty.

Dharmawaty mengakui TM Thamrin City pun ikut mengikut perkembangan itu. Kini sudah banyak outlet mamiri di TM Thamrin city yang sasarannya untuk milenial,  seperti di Thamrin Terrace Lantai Dasar  ada Gulu-Gulu Cheese Tea, Milly Cookies Coffee, Kopi Kenangan, King Guava, Maw Kopi dan Lawson Station, sedangkan Podjok Halal ada di Lantai Dasar Koridor pintu keluar Blok A.

Sedangkan di Mezanine lantai Satu, lanjut Dharmawaty, sudah ada makanan dan minuman ringan seperti  Pick Cup, Montato, Dum Dum Thai Tea, Cireng Keraton, dan D’ Waffles, selain Janji Jiwa yang berada di Lobby Apartement Cosmo Mension Lantai Satu.

“Begitu pesatnya berbagai kreatifitas dan inovasi-inovasi bermunculan di berbagai lantai yang ada di TM Thamrin City,” ucap Dharmawaty.

Menurut  Dharmawaty, TM Thamrin City selalu berkomitmen mendukung industri mamiri. Komitmen itu, di buktikan pusat perbelanjaan terbesar di Jakarta ini, dengan menggelar event kuliner pada akhir Januari nanti.

“Untuk mendukung berkembangnya bisnis kuliner seperti halnya mamiri di sini, pada tanggal 30 Januari – 2 Februari 20120 akan ada Food Fest Minang kabau, tujuannya agar tumbuh mamiri baru dari inovasi dan kreasi produk-produk pangan lokal yang menjadi mamiri idola seperti mamiri yang sekarang sudah menjadi buruan para milenial.” Tambah Dharmawaty.

Hal senada juga disampaikan El Hamdi (53) pemilik gerai SeTulus Kopi yang terletak di Food Court Lantai Tiga. Ketika ditemui, Hamdi mengapresiasi  kalangan milenial  yang gemar meminum kopi. Hamdi tak sekedar menyeduh dan menjual, namun dirinya ikut memberi edukasi tentang manfaat kopi yang bagus untuk kesehatan.

“Prospek bisnis usaha kopi disini bagus disamping itu, kami juga ingin memberikan edukasi tentang manfaat minum kopi untuk kesehatan khususnya bagi anak-anak muda kaum milenial yang sekarang makin banyak menggemari kopi sebagai gaya hidup,” ujar Hamdi.

Berbagai macam kopi dari Nusantara tersedia di  gerai SeTulus Kopi ini, , mulai dari Aceh hingga Toraja. Untuk rasa tidak diragukan lagi, semua minuman di gerai ini memiliki cita rasa yang begitu nikmat ditambah   unsur kopi didalamnya seperti minuman Kurma Smoothies, yang mana isinya tetap ada kopinya walaupun olahan dari buah kurma.

“Banyak pengunjung yang datang menikmati kopi disini umumnya cari kopi Gayo dan kopi Sumatera yang lain, ada juga yang menikmati kopi Toraja, kami sediakan semua dengan ciri khas kopi masing-masing daerah,” jelas  Hamdi.

Hamdi mengucapkan terima kasih kepada TM Thamrin City yang mendukung usahanya ini. Keberadaan TM Thamrin City yang letaknya sangat strategis di pusat kota membuat usaha Hamdi ini berkembang.

“Disamping lokasi yang strategis di pusat bisnis Jakarta, kami juga giat berpromosi melalui media sosial dan sedang menunggu kerjasama dengan beberapa transportasi online untuk pembelian secara online,” tandasnya.

Selain Hamdi, kondisi serupa juga dialami Rudi Mulyadi. Di TM Thamrin City, Rudi memiliki gerai D’Waffles yang terletak di Lantai Satu TM Thamrin City.Gerai juga menyasar kalangan milenial. Dan terbukti, gerainya tidak pernah sepi dari kalangan milineal. Untuk mengelola usahanya ini, Rudi bersama sang isteri Ester yang terus berinovasi menciptakan makanan ringan untuk milenial.

“Makanan anak milenial dengan bahan baku premium dan saat ini sudah menjadi makanan favorit anak-anak milenial di mancanegara, kami memperhatikan kualitasnya agar benar-benar menjadi pilihan makanan sehat,” ujar Rudi yang didampingi Ester isterinya ketika ditemui di TM Thamrin City.

Usaha D’ Waffles yang dibuka di TM Thamrin City, menurut Rudi Mulyadi, adalah gerai yang keenam di Jakarta. “Kami sudah buka di beberapa tempat dan sambutannya bagus terlihat dari penjualan yang terus meningkat termasuk yang kami buka disini,”paparnya.

Menurut Rudi, pihaknya memang menyasar anak-anak milenial dengan harga jual yang terjangkau kalau dibandingkan dengan harga jual di mall – mall besar. “Rata-rata kami jual harga Rp 17 ribu hingga Rp 20 ribu per loyang dengan variasi toping yang bisa dipilih sendiri sesuai selera konsumen,” jelas Rudi.

Membuka gerai D’Waffles di TM Thamrin City, Rudi berharap bisa menjangkau para pengunjung milenial anak-anak muda yang datang tidak hanya dari Jakarta tapi juga dari luar kota Jakarta dan pengunjung mancanegara.

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close