BKPBM dan Perkumpulan Hakka Jakarta Kembali Gelar Chinese Songs Singing Competition 2020
Badan Koordinasi Pendidikan Bahasa Mandarin (BKPBM) Jakarta bersama Perkumpulan Hakka Jakarta, kembali menggelar Chinese Songs Singing Competition 2020. Tahun ini, merupakan tahun yang ke 10 digelarnya kompetisi lagu mandarin tersebut. Selain Perkumpulan Hakka Jakarta, kompetisi ini terlaksana berkat dukungan dari Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI), Paguyuban Meizhou Indonesia dan Konsorsium Musisi & Penyanyi Tionghoa Indonesia.
Babak penyisihan digelar di kantor Perhimpunan Hakka Sejahtera Indonesia di Jalan Batu Tulis, Peconongan, Jakarta Pusat pada Kamis (20/8/2020). Karena masih di tengah pandemi Covid-19, babak penyisihan pun digelar dengan menerapkan protokol kesehatan, yakni para juri hanya menilai penampilan peserta melalui video.
Ada 45 peserta dari 18 daerah yang ikut di kompetisi tahun ini dan dibagi menjadi dua kategori yakni kategori remaja sebanyak 19 peserta dan 26 peserta untuk kategori dewasa. Penampilan para peserta melalui video dinilai oleh 5 juri.
Ketua Panitia Pelaksana Jeanne Laksana mengatakan para peserta yang mendapatkan nilai terbaik akan lolos di babak 10 besar. Babak penyisihan untuk 10 besar akan digelar akhir bulan agustus ini. Mereka yang menang di 10 besar akan dikirim ke kompetisi internasional di China, memperebutkan Water Cube Cup 2020 pada September mendatang.
“Untuk remaja itu dari umur 12 tahun sampai 18 tahun, nah yang dewasa dari 18 tahun ke atas sampai tak terbatas. Jadi kami akan kirim 4 peserta yang kami kirim ke Beijing. Masing-masing kategori diambil dua pemenang juara satu dan dua,” kata Jeane saat diwawancarai tim liputan El John News di sela-sela babak penyisihan.
Jaanne berharap, meski dilangsungkan di tengah pandemi, perwakilan Indonesia dapat mempertahankan prestasinya di kompetisi internasional
Kami mengharapkan di tahun ini, Indonesia dapat hasil yang baik, karena dalam 10 tahun ini, Indonesia tidak pernah ketinggalan prestasi. Jadi dari juara satu kami pernah raih, demikian juga dengan juara dua dan tiga,” harap Jeane.
Sementara itu, salah satu juri Kevin Chensing mengatakan, tahun ini ada penilaian yang dihilangkan yaitu penampilan peserta di atas panggung, karena peserta hanya mengirimkan rekaman video penampilan bernyanyinya.
“Ada salah satu penilaian yang kita hilangkan yah yaitu penampilan di atas panggung, namun unsur-unsur penilaiannya lainnya masih tetap ada seperti teknik vokalnya, penghafalan, penghayatannya, warna suara dan tentu dari dinamicnya juga yah,” kata Kevin yang berprofesi sebagai guru nyanyi ini.
Hal senada juga disampaikan juri lainnya yakni Calvin Qiu. Calvin mengatakan tahun ini benar-benar dibutuhkan ketelitian karena penampilan peserta diniai dari rekaman video.
“Usul saya tolong yang menang, hasil rekamannya lebih jernih, lebih bersih biar hasilnya lebih maksimal. Sejauh ini para peserta bagus-bagus. hanya saja ada perbedaan di penampilan. Namanya kompetisi ada menang dan ada yang kalah. Yang menang harus rendah hati dan yang kalah jangan putus asa,” ungkap Calvin.
