BusinessDestinationEconomic

BNI Support Pemberdayaan Masyarakat Sekitar Borobudur Dengan Branchless Banking

Indonesia Incorporated memberikan ketertarikan bagi pihak lainnya. Salah satunya adalah PT Bank Negara Indonesia (BNI) akan melakukan pengembangan branchless banking yang akan membuka cabang 46 di salah satu destinasi prioritas yaitu kawasan wisata Borobudur.

Dengan menjalin kerjasama dengan BUMD setempat sehingga bisa membantu dalam pemberian layanan penyaluran kredit. Selain sebagai salah satu destinasi prioritas, Borobudur merupakan salah satu peninggalan bersejarah yang sudah diakui dunia sehingga menjadi World Cultural Masterpiece dan warisan budaya UNESCO.

Sebagai ikon destinasi prioritas yang membawahi Jawa Tengah dan DI Yogyakarta tersebut diharapkan bisa mencapai target 2 juta wisman. Pengembangan yang dilakukan terkait branchless banking menurut Dirut BNI yaitu Achmad Baiquni menjelaskan bahwa dengan mendorong dan memberdayakan perekonomian masyarakat desa akan semakin meningkatkan kinerja BNI di Yogyakarta, selain itu juga untuk menyatakan dukungan terkait program Kementerian BUMN dalam pendirian Balai Ekonomi Desa (Balkondes).

“Infrastruktur yang kami bangun ini nantinya akan berdampak pada sektor pariwisata di pedesaan. Ke depannya fokus kami ialah memelihara dan mengisi Balkondes ini dengan beragam kegiatan sehingga menggerakkan kegiatan produktif masyarakat,” kata Baiquni Selasa 25 April 2017.

Dalam rencana Balkondes akan didirikan di wilayah Wanurejo yang diharapkan bisa memfasilitasi desa  menjadi desa kriya dan budaya. Melalui hal tersebut adalah bisa memberdayakan desa setempat dan memperbesar potensi yang ada. Hasil kerajinan yang bisa dibuat disana adalah seni kriya yang merupakan daur ulang sampah ditambah dengan abu vulkanik.

“Hasil karya dari daur ulang ini dapat berbentuk souvenir gantungan kunci, hiasan pajangan, topeng, bros dan motif-motif berdasarkan kisah Candi Borobudur,” tutur Baiquni.

Menteri BUMN yaitu Rini Soemarno memberikan penjelasan dengan penerapan Balkondes akan dapat mendukung pemberdayaan masyarakat sehingga memiliki banyak aktivitas yang mendukung desa. Direncanakan akan ada 20 desa yang memiliki Balkondes dan homestay dengan perencanaan program dan jadwal agar turis bisa mengetahui kegiatan dari Balkondes.

Pembuatan homestay dan Balkondes (Balai Ekonomi Desa) akan menumbuhkan semangat dan potensi usaha pariwisata yang bertujuan untuk memaksimalkan length of stay wisatawan dengan munculnya atraksi baru di setiap desa.

“Tak bisa dipungkiri, Candi Borobudur memberi kehidupan untuk masyarakat di sekitarnya. Mulai dari penjual oleh-oleh sampai pemandu wisata, semuanya merupakan masyarakat sekitar,” kata Rini.

Menteri Pariwisata Arief Yahya sangat senang dan terbantu oleh berbagai kebijakan dan program Kementerian BUMN dan BNI untuk menstimulasi adanya kegiatan kepariwisataan.

“Terima kasih pada Kementerian BUMN dan semua BUMN yang sudah support, bergerak bersama membangun pariwisata Indonesia. Kalau kita bersinergi, tidak ada yang bisa mengalahkan Pariwisata Indonesia,” kata Arief.

“Arahnya sudah benar. Ada Indonesia Incorporated. Akademisi, pelaku bisnis, komunitas, pemerintah, dan media harus bersatu. Negara ini hanya akan dapat memenangkan persaingan di tingkat regional dan global apabila seluruh Kementerian/Lembaga yang ada bersatu padu untuk fokus mendukung Core Business yang telah ditetapkan. Maju serentak tentu kita menang,”
papar dia.

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button