Headline News

Dalam Seminar Daring, Kesepakatan Peningkatan Kerja Sama Investasi Tercipta

Dalam rangka mendukung diplomasi ekonomi yang dilaksanakan oleh Indonesia Perwakilan Indonesia di Hong Kong, bekerja sama dengan Belt and Road Office Hong Kong, selenggarakan seminar daring “Riding Ups and Downs: Hong Kong – Indonesia Partnership”, beberapa waktu lalu. Seminar daring yang dihadiri sekitar 1000 peserta menghadirkan pembicara dari berbagai kalangan pemerintah dan pengusaha Hong Kong dan Indonesia, antara lain Chief Executive Hong Kong Carrie Lam, Wakil Menteri Luar Negeri Indonesia Mahendra Siregar dan Konsul Jenderal Indonesia di Hong Kong, Ricky Suhendar.

Wakil Menteri Luar Negeri Indonesia tekankan 3 hal utama sebagai fokus kerja sama Indonesia, yaitu meningkatkan intensitas kerja sama perdagangan, pemanfaatan peluang yang belum tergarap, serta penguatan dukungan Pemerintah dalam bentuk insentif bagi dunia usaha. “Saya mengundang seluruh sektor usaha Hong Kong dan Tiongkok mengambil peluang kerja sama perekonomian, perdagangan dan investasi dengan Indonesia. Pemerintah berkomitmen kuat untuk menciptakan iklim ramah investasi melalui reformasi hukum dan penyederhanaan birokrasi,” ujar Wakil Menteri Luar Negeri.

Pada semester I tahun 2020, Hong Kong menempati urutan ketiga terbesar investor asing dengan US$ 1,8 miliar. Bersama Tiongkok, total investasi keduanya mencapai US$ 4,2 miliar. Capaian tersebut merupakan cerminan dari total aliran investasi Hong Kong dan Tiongkok yang dalam beberapa tahun terakhir selalu masuk dalam 5 investor terbesar bagi Indonesia. Catatan tersebut sekaligus menegaskan bahwa hubungan baik perekonomian antara Indonesia dan Hong Kong, serta Tiongkok tetap terjalin baik kendati di masa pandemi

Edward yau, Secretary for Commerce and Economic Development Hong Kong, menyambut positif 3 kerja sama strategis yang disampaikan Wamenlu dan menyatakan kesiapannya untuk mewujudkan kerja sama tersebut, baik dalam jangka pendek maupun menengah. Demikian pula dalam diskusi panel, para narasumber dan peserta dari kalangan pengusaha Indonesia dan Hong Kong menunjukkan komitmen yang sama dengan Pemerintah, yakni sepakat untuk menindaklanjuti kerja sama ekonomi dari berbagai aspek keuangan, hukum dan promosi.

​Menutup Webinar, Konjen Ricky menyampaikan 3 pesan utama yang menjadi pokok pembahasan diskusi. Pertama, modal hubungan baik antara Indonesia dan Hong Kong serta Tiongkok harus dapat dimanfaatkan lebih baik menjadi kerja sama yang saling menguntungkan. Kedua, situasi pandemi ini menuntut adaptasi dan inovasi untuk menghadapi tantangan dengan berbagai solusi sesuai dengan kondisi yang ada. “Terakhir, saya ingin menekankan bahwa Indonesia, sebagai negara yang memiliki ekonomi outward looking, siap menyambut para investor untuk terlibat dalam berbagai proyek pembangunan di tanah air,” ujar Konjen Ricky.

Webinar “Riding Ups and Downs” merupakan salah satu upaya Indonesia untuk meningkatkan diplomasi ekonomi dengan negara-negara sahabat. Walaupun investasi Hong Kong ke Indonesia relatif besar dan stabil dalam beberapa tahun terakhir, KJRI terus berupaya untuk meningkatkan kerja sama ekonomi, perdagangan dan investasi dengan Hong Kong. (Sumber: KJRI Hong Kong)

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close