BusinessHealthy LifeInvestment

Dampak Kerja Sama Dengan Sinegal, Bio Farma Kini Dapat lebarkan Sayap Hingga ke Afrika

Melalui kerja sama dengan Senegal, kini Bio Farma mendapatkan pintu gerbang baru untuk melebarkan sayap hingga ke benua Afrika. Hal itu disampaikan oleh Deputi Bidang Politik, Hukum, Pertahanan dan Keamanan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Slamet Soedarsono, Senegal merupakan salah satu negara penting di Afrika Barat

Negara tersebut bisa menjadi pintu gerbang untuk masuk ke pasar Afrika yang merupakan tujuan ekspor nontradisional bagi Indonesia.

“Awalnya kita bidik Afrika Barat, selanjutnya seluruh Afrika. Kerja sama dengan Senegal ini menjadi sangat penting dan prosfektif karena saat ini Indonesia sedang fokus menggarap pasar nontrandisional,” ujar Slamet Soedarsono di acara Reverse Linkage (RL) Senegal-Indonesia di Bio Farma,  Selasa (3/12/2019).

Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh Islamic Development Bank (IsDB), Kementerian Kesehatan, Bappennas, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), serta Bio Farma.

Slamet berharap, untuk kedepannya kerja sama ini tidak hanya dalam bentuk ekspor produk jadi, tetapi juga investasi Bio Farma di Senegal. Dengan demikian, produk Indonesia bisa lebih mudah masuk ke pasar Afrika.

“Dalam kondisi perekonomian seperti saat ini, negara Selatan Selatan harus memperkuat gandengan tangan, meningkatkan kerja sama,” kata Slamet.

Image result for kerjasama indonesia sinegal bio farma"

Sementara itu Direktur Operasi Bio Farma M Rahman Rostan mengatakan, pihaknya sangat berterimakasih kepada Kemenkes dan BPOM karena melaui dua lembaga tersebut produk Bio Farma bisa digunakan di lebih dari 140 negara.

Menurut Rahman, selama ini kolaborasi hanya dijalankan baik oleh Kemkes maupun BPOM, dan kini telah membawa Bio Farma menjadi rujukan untuk membuat vaksin yang sesuai dengan standar dari Badan Kesehatan Dunia (WHO). Menurutnya, kepercayaan global terhadap vaksin RI bukan hanya karena Industrinya yang sudah memenuhi kualitas global, juga karena fungsi pengawasannya dari NRA / BPOM yang sudah memenuhi standard internasional dan mendapat pengakuan dari WHO.

Rahman mengatakan, kerja sama dengan Kemenkes RI selama ini pun sudah berjalan dengan baik. Terutama dari sisi penyediaan vaksin untuk kebutuhan vaksin dalam negeri. Selain itu juga penunjukan Bio Farma sebagai laboratorium rujukan untuk negara OKI oleh Kemenkes RI saat Indonesia ditunjuk sebagai CoE oleh OIC pada Desember 2017 yang lalu.

Diharapkan, dengan adanya program RL ini, Bio Farma bisa menambah pangsa pasar. Pasar diharapkan tidak hanya di negara anggota OKI, namun untuk seluruh pangsa pasar benua Afrika.

Dalam jangka panjang program RL, Bio Farma dapat mengirimkan para penelitinya ke negara OIC dan negara Afrika lainnya. Bio Farma ingin berbagi ilmu dan pengetahuan sehingga negara-negara Afrika akan mampu secara mandiri menghasilkan vaksin yang berkualitas untuk negaranya masing-masing.

Tags
Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close