Headline NewsPageants

Di Karantina Virtual Sesi III, Finalis MEI 2020 Dapat Pembekalan Dari Tiga Narasumber

EL JOHN Pageants kembali melanjutkan  karantina virtual finalis Miss Earth Indonesia 2020 sesi ketiga, Rabu (7/10/2020).  Kali ini, 26 finalis mendapat  tiga pembekalan dari Founder Yayasan EL JOHN Indonesia Martinus Johnnie Sugiarto, Direktur Pengelolaan Sampah KLHK Novrizal Tahar serta  Pebisnis dan Presiden Direktur ASIANA Group Loemongga H Kartasasmita.

Dari Founder Yayasan EL JOHN Indonesia, para finalis mendapat pembekalan berupa pentingnya menjaga networking atau jaringan. Dalam pembekalannya, Martinus Johnnie Sugiarto mengatakan  seorang yang dapat menjaga hubungan dengan  networking-nya kelak akan mendapat kemudahan  untuk membantu pekerjaannya.

Menjaga networking selalu diterapkan Yaysan EL JOHN Indonesia kepada putri binaannya. Pasalnya, tidak sedikit kegiatan para putri yang melibatkan  orang-orang penting seperti dari kepala daerah maupun para  CEO perusahaan swasta.

“Itulah sebabnya, saya selalu bilang kepada para putri, kalau berkenalan dengan orang, kasih kartu nama kita, terus minta kartu nama mereka. Setelah itu networking-nya harus dipelihara, jangan sampai sudah kenalan, selesai begitu saja. Jadi ada komunikasi, tidak apa-apa bilang kalau ada yang bisa dikerjasamakan bisa hubungi saya,” kata tokoh pariwisata nasional ini.

Untuk pembekalan kedua datang dari  Direktur Pengelolaan Sampah KLHK Novrizal Tahar. Kepada para finalis, Novrizal memberikan pembekalan tentang kendalikan sampah plastik. Novrizal mengatakan saat volume sampah plastik terus meningkat, bahkan selama pandemi peningkatan itu terjadi cukup signifikan. Hal itu terjadi karena terjadi  perubahan gaya belanja masyarakat yang masif dari konvensional ke daring.

“Di  masa pandemi Covid ini, kita semuanya belanja pakai online umumnya, akhirnya memang komposisi sampah plastik itu semakin banyak, karena 96 persen penggunaan dari kemasan online itu pasti plastik sekali pakai dan kalau sudah dibuka pasti akan jadi sampah,” ujar Novrizal.

Novrizal menyebut sampah plastik yang jumlahnya terus membengkak dapat mengancam keberadaan biota laut, bahkan  kasus-kasus biota laut  mati akibat sampah plastik terus bermunculan. Yang paling menjadi perhatian adalah kasus paus mati di Wakatobi pada tahun 2018 lalu.

“Mungkin tahun 2018 teman-teman pernah membaca berita seekor paus di taman nasional Wakatobi itu ditemukan terdampar  dan dibedah isi perutnya ditemukan kurang lebih 6 kilogram sampah plastik isinya. Isinya itu tali rapia, kemudian botol plastik, 115 gelas plastik, dua sendal jepi, 25 kantong plastik dan 19 plastik keras.,”terang Novrizal.

Sementara untuk pembekalan terakhir disampaikan oleh Pebisnis dan Presiden Direktur ASIANA Group Loemongga H Kartasasmita. Dala pembekalan ini, enterpreneur sukses ini, menerangkan soal pentingnya membangun hunian yang ramah lingkungan.

Loemongga menyebut memperhatikan lingkungan kini menjadi salah satu syarat utama dalam membangun hunian.   Kini tidak boleh sembarangan membangun hunian  harus melihat terlebih dahulu lahan yang akan dibangun, apakah lahan tersebut menyalahkan fungsinya ataub tidak.

“Kalau dulu beli tanah, beli tanah aja, bangun, bangun aja. Kalau sekarang itu rata-rata semua orang sudah lebih sadar untuk ngecek dulu, tanah ini bisa dibangunnya berapa besar, karena tidak semua tanah dibangun 100 persen. Ada peruntukannya untuk yang hijau ga, ada peruntukannya yang untuk resapan air ga. Nah itu tidak boleh dibangun, sekarang itu lebih disiplin dari Pemerintah juga sudah ketat,  kalau ada yang bangun melanggar peruntukannya itu udah disegel,” terang Loemongga.

Setiap pembekalan, digelar sesi tanya jawab kepada masing-masing. Dari 26 finalis hanya beberapa finalis yang ditunjuk oleh narasumber untuk bertanya. Para finalis masih mengikuti karatina virtual berikut yang akan dilangsungkan  dua pekan lagi.

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close