DestinationTourism

Dibawah Binaan BI, Desa Wisata Tampak Siring Akan Menjadi Destinasi Berkelas

Bank Indonesia (BI)  berkomitmen untuk mengembangkan sektor pariwisata Indonesia. Komitmen itu ditunjukan BI Kantor Perwakilan (KPw) Bali untuk tampil sebagai pembina Desa Tampak Siring, Kecamatan Tampak Siring, Kabupaten Gianyar agar menjadi desa wisata yang berkelas.

Desa Tampak Siring ini menjadi desa yang pertama di Bali yang dibina BI KPw Bali. Dipilihnya desa ini, untuk memberikan dampak positif bagi masyarakat setempat khususnya bidang ekonomi.

Deputi Direktur BI Kantor Perwakilan (KPw) Bali Sapto Widyatmiko mengatakan Desa Tampak Siring akan kebanjiran wisatawan, jika pengelolaannya dilakukan secara profesional. Apalagi Desa ini memiliki potensi yang kuat untuk menarik wisatawan.

Potensi itu terletak di sisi wisata budanya, pasalnya desa ini memiliki wisata Tirta Empul yang menjadi salah satu daya tarik wisatawan. Mantan Presiden Amerika Serikat, Barack Obama menjadi salah satu wisatawan yang telah berkunjung ke Tirta Empul pada 27 Juni 2017 lalu.

“Jadi sudah tentu ini menarik untuk dikunjungi oleh wisatawan khususnya wisatawan mancanegara,” ujarnya saat ditemui di Denpasar Sabtu, (12/10/2019).

Selain itu, posisinya yang berdekatan dengan Istana Presiden Tampak Siring menjadi salah satu keunggulan  Desa Tampak Siring. Dengan demikian wisatawan yang datang ke Desa ini, tidak hanya menikmati wisata budayanya namun juga dapat mengenal sejarah bangsa Indonesia.

Dia mengatakan, nantinya jika desa wisata Tampaksiring ini sudah berjalan, pihaknya  berencana akan melakukan kerjasama dengan pihak pengelola istana presiden Tampaksiring untuk membuat paket wisata makan malam di istana presiden Tampaksiring. Tentunya hal ini menjadi salah satu trip wisata unggulan saat wisatawan berkunjung ke desa yang memiliki jarak sekitar 50 kilometer dari kota Denpasar.

“Kapan lagi wisman itu bisa menikmati makan malam di sebuah istana presiden,” jelasnya.

Sapto menambahkan, selain wisata alam dan budaya desa ini juga memiliki potensi agrowisata dimana beras Pulagan menjadi salah satu produk unggulannya. Beras Pulagan sendiri sudah terkenal hingga penjuru Nusantara sebagai beras yang memiliki kualitas bagus karena rasanya yang pulen.

“Saat ini kami masih proses pembentukan Badan Usaha Desa (Bumdes) agar mengelola desa wisata tersebut secara profesional. Dan dalam waktu dekat kami akan mengajak mereka untuk studi banding ke Jogjakarta untuk mempelajari bagaimana mengelola desa wisata yang baik dan benar,” imbuhnya.

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close