Dikna Faradiba : SDM Berkualitas Bisa Majukan Pariwisata Indonesia
Kemajuan pariwisata Indonesia tentu bukan hanya bergantung pada strategi pemerintah pusat lewat Kementerian Pariwisata Republik Indonesia saja, tetapi juga bergantung pada baik tidaknya kualitas sumber daya manusia (SDM) yang terlibat di dalamnya.
Putri Pariwisata Indonesia 2015, Dikna Faradiba ternyata punya pendapat yang sama dengan pernyataan di atas. Dikna sapaan akrabnya juga punya concern yang besar terhadap isu SDM pariwisata yang berkualitas ini. Putri yang pada PPI 2015 lalu mewakili Papua Barat ini ingin agar SDM pariwisata dikembangkan lebih lanjut agar pariwisata Indonesia pun mengalami kemajuan yang signifikan.
“Karena sebagus apapun tempat pariwisatanya, kalau SDM tidak mendukung terus juga masyarakatnya acuh tak acuh, bagaimana pembangunan pariwisata bisa terwujud? Kemudian pemerintah daerah dan para stakeholder juga harus gencar promosi. Jadi SDM itu paling penting. Kalau SDM-nya gencar dan pemerintah gencar, semuanya jadi klop, karena pembangunan pariwisata tidak bisa dilakukan perorangan,” jelas Dikna.
Saat Putri Pariwisata Indonesia 2015 ini menjadi juri pemilihan Putri Pariwisata Bangka Belitung 2016 di Pantai Tanjungpendam belum lama ini, dia pun mengambil contoh Tanjung Kelayang di Belitung yang dijadikan salah satu dari 10 destinasi prioritas nasional, tentunya pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata Tanjung Kelayang ini, harus didukung masyarakat, pemerintah dan para stakeholder lainnya, agar bisa berhasil mencapai target wisatawan baik itu domestik maupun mancanegara.
Oleh karena itu, putri kelahiran Jakarta pada tahun 1993 ini, mengajak seluruh masyarakat untuk bersama sama membangun pariwisata dengan menjadi investor di daerah sendiri. Misalnya, dengan mengembangkan usaha kecil dan menengah (UMK) oleh-oleh, kuliner dan lain sebagainya.
“Sederhananya begini, kalau orang berwisata pasti pengen makan dan cari oleh-oleh,” kata putri Pariwisata Indonesia yang mengaku sudah keempat kalinya mengunjungi Pulau Belitung.
Selain menjadi investor di daerah masing-masing, masyarakat di seluruh Indonesia juga harus bisa menjaga kebersihan lingkungannya, tempat wisatanya dan juga toilet, karena hal itu bisa berdampak besar bagi kunjungan wisatawan domestik apalagi mancanegara. Menjaga kebersihan merupakan salah satu unsur dari Sapta Pesona yang terdiri dari keamanan, ketertiban, kebersihan, kesejukan, keindahan, keramahan dan kenangan.
“Tujuh unsur Sapta Pesona ini harus dibudayakan dalam kehidupan masyarakat sehari-hari, dalam rangka menarik minat wisatawan datang berkunjung ke daerah-daerah,” kata dia.
Lebih lanjut lagi, Dikna Faradiba pun berharap keindahan alam Indonesia ini jangan sampai dirusak oleh tangan-tangan yang tidak bertanggung jawab. Dan Dikna pun menyoroti keberadaan lokasi-lokasi pertambangan yang mengancam keberadaan destinasi wisata di sebagian besar wilayah di Indonesia.
“Prioritas kita sekarang pariwisata, percuma kita bangun bagus-bagus, nanti rusak dan tidak akan bernilai lagi. Pariwisata dan pertambangan ini gak bisa seiring sejalan, jadi saya tidak setuju ada pertambangan kalau kita mau majukan pariwisata,” tutupnya.
