Economic

Diresmikan Presiden, Pabrik Gula di Bombana Siap Serap 15.000 Tenaga Kerja

Bukan main, pabrik gula yang operasikan PT Prima Alam Gemilang (PAG) di Bombana, Sulawesi Utara. Pabrik yang berada  di bawah bendera Jhonlin group ini mampu memproduksi gula kristal putih sebanyak 800 hingga 1.200 ton per hari. Pabrik tersebut memiliki Kapasitas pengolahan tebu sebanyak 8.000 TCD (ton cane per day) yang mampu ditingkatkan hingga 12.000 TCD. Area tebunya pun terintegrasi dengan area pabrik hingga memudahkan proses produksi.

Keunggulan yang dimiliki pabrik gula ini mendapat apresiasi dari Presiden Jokowi. Presiden mengatakan  investasi untuk membuka kebun tebu dan pabrik gula terintegrasi tersebut merupakan sebuah keberanian yang patut diapresiasi.  Apalagi pabrik dengan kapasitas produksi yang tergolong besar di Indonesia  didukung  dengan teknologi modern yang didukung otomatisasi.

“Ini adalah sebuah keberanian. Keberanian membuka sebuah investasi dan usaha di tempat ini. Ini yang harus kita apresiasi dan hargai. Dimulai tiga tahun lalu dan sekarang selesai dan sudah berproduksi,” kata Presiden saat memberi sambutan pada acara peresmian  pabrik gula tersebut di  Kabupaten Bombana, Kamis (22/10/2020)

 

Ditambahkan Presiden, pabrik yang pengerjaannya dimulai tiga tahun yang lalu ini sudah mulai berproduksi.  Keberadaan kebun tebu dan pabrik gula dengan kapasitas produksi yang tergolong besar ini akan menyerap banyak tenaga kerja lokal. Dalam operasinya, kebun dan pabrik itu dapat menyerap maksimal 15.000 tenaga kerja.

“Membuka industri, membuka pabrik gula, dan yang paling penting membuka lapangan kerja bagi masyarakat. Ini poin yang paling penting yang ingin saya garis bawahi,” tuturnya.

Lebih lanjut, Presiden mengungkapkan bahwa saat ini kebutuhan komoditas gula di Indonesia mencapai 5,8 juta ton per tahun. Sementara kapasitas produksi dalam negeri hanya 2,1 juta ton sehingga sisa kebutuhan masih harus dipenuhi dengan mengandalkan impor.

“Sehingga pendirian pabrik gula di Bombana ini sekali lagi patut kita hargai karena nanti akan mengurangi impor. Artinya, bisa memperbanyak devisa negara, memperkuat neraca transaksi berjalan kita,” kata Presiden.

Sementara itu Direktur PT Jhonlin Batu Mandiri Kusdi Sastro Kidjan mengatakan produksi gula yang dihasilkan PT. PAG ini membantu kebutuhan gula nasional,  baik untuk rumah tangga maupun industri.

“Ini pasar yang bagus untuk wilayah Indonesia tengah menuju timur yang pasarnya paling bagus. Jadi dengan demikian ini bisa bekelanjutan. Harapannya kita selalu mencanangkan untuk tumbuh berkelanjutan. Kita akan perdayakan petani rakyat kalau dengan perhitungan lebih produktif, mereka akan bergerak dan akan bersenang dengan bertani tebu,” ujar Kusdi

Sebelum melakukan peresmian, Presiden didampingi Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, dan Gubernur Sulawesi Tenggara Ali Mazi terlebih dahulu meninjau lokasi panen tebu yang berada di areal pabrik terintegrasi. Selanjutnya, Presiden juga meninjau pabrik gula dan gudang penyimpanan yang ada.

 

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close