Dirut BEI Mundur, Istana Tegaskan Tidak Ada Tekanan Politik

0
WhatsApp-Image-2026-01-15-at-10.11.08

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi memberikan keterangan pers di halaman tengah Istana Kepresidenan Jakarta. (Foto: BPMI Setpres)

El John News, Jakarta-Pemerintah menyatakan menghormati keputusan Iman Rachman yang mengundurkan diri dari jabatan Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) menyusul gejolak tajam di pasar modal dalam beberapa hari terakhir.

Menteri Sekretariat Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menegaskan, langkah mundur tersebut merupakan keputusan pribadi Iman dan sama sekali tidak berkaitan dengan intervensi pemerintah maupun arahan Presiden Prabowo Subianto.

Pernyataan itu disampaikan Prasetyo saat ditemui di Wisma Danantara, Jakarta, Jumat (30/1/2026). Ia menekankan bahwa pemerintah menghargai sikap Iman yang memilih bertanggung jawab atas situasi yang terjadi, khususnya anjloknya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pasca pengumuman kebijakan MSCI terkait perlakuan free float di pasar saham Indonesia.

“Tidak ada hubungannya dengan pemerintah atau Presiden. Kami menghormati keputusan tersebut. Kalau melihat pernyataan beliau, itu adalah bentuk pertanggungjawaban atas kejadian yang lalu”

Prasetyo juga meluruskan kabar yang menyebut adanya pertemuan sejumlah pejabat tinggi negara untuk menegur BEI. Ia membantah bahwa rapat yang melibatkan Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Investasi dan CEO Danantara Rosan Roeslani, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara Dony Oskaria, serta Ketua OJK Mahendra Siregar dilakukan sebagai respons langsung terhadap jatuhnya IHSG.

Menurut Prasetyo, pertemuan tersebut merupakan agenda rutin lintas kementerian yang telah disepakati sebelumnya. “Itu rapat rutin. Minggu lalu di Kementerian Sekretariat Negara, minggu ini di Kemenko Perekonomian, dan minggu depan rencananya di Kementerian Keuangan,” jelasnya.

Lebih lanjut, Prasetyo menegaskan bahwa peristiwa anjloknya IHSG akan dijadikan bahan evaluasi pemerintah dalam memperkuat regulasi pasar ke depan. Ia menilai, meskipun terjadi tekanan jangka pendek, fundamental perekonomian Indonesia tetap solid.

“Setiap peristiwa harus kita ambil hikmahnya. Kejadian dua hari lalu menjadi pelajaran penting untuk menata regulasi ke depan agar semakin baik,” kata Prasetyo yang juga merupakan politikus Partai Gerindra.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *