Fadli Zon: Pendataan Situs Budaya Terdampak Banjir di Aceh, Sumut, dan Sumbar Masih Berlangsung

Menteri Kebudayaan Fadli Zon memberikan keterangan terkait kemungkinan adanya situs budaya yang terdampak banjir di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Pernyataan tersebut disampaikan saat ia ditemui awak media usai menghadiri Pasamuan Agung IV WALUBI di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, Sabtu (29/11/25).
Fadli menegaskan bahwa proses pendataan masih dilakukan dan hingga saat ini kementerian belum menerima laporan resmi mengenai kondisi situs-situs budaya di tiga provinsi tersebut.
Menjawab pertanyaan media, Fadli mengatakan bahwa pihaknya masih mengumpulkan informasi awal dari daerah.
“Saat ini kami sedang melakukan pendataan dan belum mendapatkan informasi lengkap,” ujar Fadli.
Ia menjelaskan bahwa Kementerian Kebudayaan telah menginstruksikan Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat untuk bergerak cepat memeriksa kondisi situs budaya di wilayah terdampak banjir.
“Kami sudah meminta Balai Pelestarian Kebudayaan di tiga provinsi itu untuk melakukan pengecekan. Mereka kini sedang mengumpulkan data dan memverifikasi kondisi langsung di lapangan,” tambahnya.
Di tengah upaya pendataan situs budaya, Fadli menegaskan bahwa fokus pemerintah dalam situasi bencana tetap tertuju pada keselamatan masyarakat.
“Sejauh ini, prioritas utama adalah penyelamatan manusia—warga yang terdampak. Kami berharap dampaknya bisa seminimal mungkin. Yang paling penting adalah memastikan keselamatan warga terlebih dahulu,” jelasnya.
Ia memastikan bahwa meskipun prioritas adalah penyelamatan warga, upaya pengawasan dan pendataan terhadap situs budaya tetap berjalan paralel.
Fadli menyampaikan bahwa hingga kini belum ada laporan resmi mengenai situs budaya yang benar-benar terdampak atau mengalami kerusakan akibat banjir.
“Situs-situs sedang kami data, dan sampai sejauh ini belum ada laporan final. Semuanya masih dalam proses pengecekan,” katanya.
