BusinessDestinationEconomic

Faktor Promo Diskon Lebaran, Jadikan Pusat Belanja di Medan Ramai Pengunjung

Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) memprediksi jumlah pengunjung ke pusat perbelanjaan atau mal pada libur Lebaran ini naik 30 persen. Peningkatan ini harus didukung dengan program acara menarik untuk memanjakan pengunjung.

Ketua Umum DPP APPBI, A. Stefanus Ridwan saat ditanyai terkait fenomena melonjaknya jumlah pengunjung mall ternyata malah mengaku heran jumlah trafik pengunjung mal di hari biasa libur Lebaran ini menyamai hari libur. Paling banyak menyerbu restoran untuk makan siang atau makan malam karena sudah ditinggal Asisten Rumah Tangga (ART).
“Kita tidak bicara terkait pengunjung mall di weekend lho, ini weekdays tapi memang dalam momen libur Lebaran, dan yang diserbu restoran. Mereka ini yang sudah ditinggal ART mudik, jadi malas masak, malas nyuci piring, mending ke mal makan,” katanya.
Seperti di Plaza Medan Fair, libur lebaran tahun ini mengalami peningkatan jumlah kunjungan sebesar 15 persen.
Marcomm Manager Plaza Medan Fair, Lenny Yun, mengatakan, di libur lebaran tahun ini tingkat kunjungan di Plaza Medan Fair mengalami kenaikan hingga 15 persen dibandingkan hari biasa.
“Ada kenaikan hingga 15 persen dan tenant yang paling banyak dikunjungi adalah tenant game dan makanan,” terangnya, Kamis (21/6).
Ia mengungkapkan, beberapa tenant yang ada di Plaza Medan Fair juga masih menawarkan beragam promo menarik seperti diskon hingga harga spesial.
“Tingkat kunjungan ke Plaza Medan Fair telah ramai sejak hari Raya Idul Fitri pada tanggal 15 Juni kemarin. Bahkan sebelum pintu mall dibuka sudah banyak pengunjung yang menunggu,” ungkapnya.
Ramainya pengunjung pusat perbelanjaan ini, secara tidak langsung menghadirkan anggapan di masyarakat bahwa pusat perbelanjaan mendulang keuntungan besar di momen libur Lebaran seperti ini. Ternyata faktanya menurut Lenny, tidaklah seperti itu.

“Tapi ini bukan berarti kita untung karena mal justru mengeluarkan bujet lebih untuk biaya promosi, lemburkan karyawan. Tapi bukan juga rugi, karena itu sudah dianggarkan jauh-jauh hari. Yang untung adalah tenant atau retailer. Penjualan barang atau makanan dan minuman mereka naik, itu sudah membuat kita senang. Tak ada keluhan lagi sulit,” ungkap Lenny.

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close