CultureTourism

Festival Budaya Bahari Pantai Selat Baru 2019 Resmi Dibuka

Festival Budaya Bahari Pantai Selat Baru 2019 pada Sabtu (12/10/2019) di Kabupaten Bengkalis, Riau resmi dibuka oleh Asisten Perekonomian Pemkab Bengkalis, Heri Indra Putra. Festival yang diselenggarakan oleh Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Bengkalis ini, digelar Sabtu (12/10/2019) hingga Minggu (13/10/2019).

Acara pembukaan dihadiri, antara lain Kadis Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga, Riau Anharizal Kapolsek Bantan AKP Indra, Indra Gunawan (Staf Ahli Bupati) serta tamu undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Heri menyampaikan harapan agar kegiatan ini untuk ditingkatkan lagi, baik kualitas, maupun kualitas peserta. Selain itu, Heri juga meminta dengan adanya kegiatan festival budaya seperti ini untuk bersama sama keterlibatan paguyuban paguyuban maupun masyarakat umum di Kabupaten Bengkalis.

“Dengan adanya kegiatan ini juga bisa sebagai daya tarik pariwisatawan untuk berkunjung di negeri junjungan Kabupaten Bengkalis. Ini semua sebagai manifestasi rasa kebersamaan dalam membangun kabupaten Bengkalis oleh semua lapisan dan potensi masyarakat yang ada,” ujarnya.

Kepala Dinas Pariwisata Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) Anharizal mengatakan, maksud dan tujuan menggelar event tersebut sebagai ajang promosi pariwisata Bengkalis. Sekaligus meningkatkan kunjungan wisatawan lokal dan mancanegara sehingga bisa datang ke Pantai Selat Baru.

“Sasarannya adalah memajukan sektor pariwisata dalam jangka panjang. Sekaligus mendorong sektor pariwisata Bengkalis sebagai tujuan wisata nusantara dan mancanegara,” kata Anharizal, di lokasi yang sama.
Pada acara pembukaan ini,di gelar lomba perahu Jong. Perahu ini, memiliki tinggi langcang layarnya mencapai 2 meter, panjangnya 1,5 meter. Sedangkan lebar perahunya sekitar 20 centimeter. Terbuat dari kayu pilihan, yaitu kayu pulai.

Perlombaan dimulai pada pukul 10.00 WIB. Para pehobi Jong mulai bersiap-siap memainkan perahu dengan mengandalkan tiupan angin.

Replika perahu mini itu dibawa dan diletakkan di atas laut, kemudian dilepaskan, saling berpacu menuju garis yang telah ditentukan.

Berbagai perlombaan lainya juga digeral pada event ini, yakni lomba gasing, panjat pinang, pukul sarung bantal dan lomba melukis bertema ‘Pariwisata Bahari’.

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close