Lifestyle

Festival Literasi Indonesia 2016 di Palu

Kota Palu, Sulawesi Tengah, menjadi tuan rumah Festival Literasi Indonesia dalam rangka peringatan Hari Aksara Internasional (HAI) 2016.

Total ada ratusan pegiat maupun komunitas literasi, Taman Bacaan Masyarakat (TBM) dari seluruh Indonesia akan berkumpul selama tiga hari penyelenggaraan, mulai dari 18 sampai 20 Oktober 2016 di halaman Pogombo, kantor Gubernur Sulawesi Tengah.

Festival yang sudah berlangsung selama tiga kali ini sebelumnya diselenggarakan dengan nama yang berbeda.

“Tahun pertama kami menamakannya Festival Taman Bacaan lalu berubah lagi menjadi Festival Indonesia Membaca dan sekarang kegiatan berubah menjadi Festival Literasi Indonesia dengan semangat yang sama,” ujar Ketua Forum Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Nasional, Firman, di Hotel Santika Palu, Senin (17/10).

Selama tiga hari, sejumlah kegiatan literasi, diskusi buku, persoalan Taman Bacaan Masyarakat (TBM), donasi buku hingga industri kreatif lainnya akan digelar. Buku menjadi sarana utama dalam gerakan literasi dan acara Donasi Buku selalu diselenggarakan di setiap kegiatan literasi nasional.

Hari pertama Festival Literasi Indonesia 2016 di antaranya diisi oleh pertunjukan seni sastra tradisi Vaino dan Dadendate yang ada di kebudayaan Kaili (Palu-Donggala-Sigi-Pargi), cara membuat lukisan dari kain perca, stand kepenulisan, dan lain-lain. Sore harinya, Festival Literasi Indonesia dibuka secara resmi oleh Gubernur Sulawesi Tengah Longki Djanggola, serta dimeriahkan oleh pertunjukan Tabuh Gimba dan bercerita sejarah Sulteng oleh Artha Vania.

Di hari kedua, yakni ‘Music Ethnic: Culture Project’ di Panggung Utama Festival Literasi, diskusi bersama perupa sekaligus penulis asal Jakarta Lala Bohang dan LIAN Gogali, orang yang berdedikasi pada dunia literasi di Palu dan Poso, musikalisasi puisi Adil Tambono, serta Tika Bisono akan mengisi sharing session tentang kompetisi mencipta lagu anak.

Di hari terakhir sebagai Puncak Hari Aksara Internasional akan dihadiri oleh Mendikbud Muhadjir Effendy yang akan menyerahkan penghargaan kepada Tokoh Peduli Aksara, gerakan donasi online dan peluncuran buku 100 peserta vokasi menulis, dan lain-lain. Kampung Literasi yang menampilkan stand-stand dari setiap komunitas maupun pegiat literasi juga mengisi Festival Literasi Internasional.

Kasubdit Pendidikan Keaksaraan dan Budaya Baca Kemdikbud yang juga Ketua Panitia Festival Literasi, DR Samto juga mengingatkan pentingnya Gerakan Indonesia Membaca kepada pegiat literasi.

“Ini gerakan, bukan sekadar program. Diharapkan agar terus bergerak dan nggak berhenti di sekadar program tahun ini atau tahun lalu saja. Dan agar bisa dimaksimalkan di daerah masing-masing,” tutupnya.

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close