AccommodationHeadline NewsTourism

Festival Pacu Jalur 2019 Bikin Penginapan Terisi Penuh

Festival Pacu Jalur di Kabupaten Kuansing, Riau, hari ini, Rabu (21/8/2019) resmi dibuka oleh Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya. Pacu Jalur merupakan sebuah perlombaan mendayung di sungai dengan menggunakan sebuah perahu panjang yang terbuat dari kayu pohon.

Panjang perahu ini bisa mencapai 25 hingga 40 meter dan lebar bagian tengah kir-kira 1,3 m s/d 1,5 m, dalam bahasa penduduk setempat, kata Jalur berarti Perahu.

Festival ini menjadi event pariwisata yang banyak menarik wisatawan. Betul saja, sebelum festival ini digelar, seluruh penginapan yang tak jauh dari lokasi event sudah terbooking semua. Hal tersebut dibenarkan Kepala Dinas Pariwisata Kuansing Indra Suandy

Indra mengungkapkan Festival Pacu Jalus selalu diminati banyak wisatawan. Mereka biasanya sudah merencanakan ke Kabupaten Kuansing saat festival ini digelar.

“Minat wisatawan terhadap Festival Pacu Jalur sangat tinggi. Saat ini sudah sulit mencari kamar hotel dan penginapan. Sebab, semua sudah dipesan oleh wisatawan jauh hari,” kata Indra, Senin malam (19/8/2019).

Kendati penuh, Kementerian Pariwisata bekerja sama dengan dinas pariwisata setempat,  mencari solusi agar wisatawan yang tidak kebagian kamar tetap dapat menginap. Solusi itu adalah memberikan sejumlah opsi bagi para wisatawan, antara lain melalui ketersediaan homestay. Saat ini Kuansing terdapat 20 hotel dan homestay.

“Festial Pacu Jalur memang fenomenal. Minat publik terhadap festival tersebut sangatlah besar. Wajar bila tingkat okupansi hotel dan penginapan menjadi optimal. Tingginya minat pasar menjadi berkah karena memberi impact positif secara ekonomi. Bukan hanya hotel dan penginapan, lini industri pariwisata lainnya juga ikut bergerak,” kata Ketua Tim Pelaksana CoE Kemenpar Esthy Reko Astuty.

Pergerakan wisatawan dalam Festival Pacu Jalur 2019 memang didominasi oleh wisatawan nusantara. Mereka datang dari Pekanbaru, Sumatera Barat, dan kabupaten/kota lain di sekitar Kuansing.

Wisatawan lokal mengakses event melalui jalan darat dengan kondisi bagus. Jarak Kuansing dengan Kota Pekanbaru 166,9 km, dan bisa ditempuh melalui jalur darat selama 4 jam.

Selain wisatawan domestik, Festival Pacu Jalur juga diminati oleh pasar mancanegara. Beberapa turis asing yang sudah mengonfirmasi kehadirannya, seperti dari Malaysia, Amerika Serikat, dan Australia.

“Pergerakan wisatawan selalu tinggi di Festival Pacu Jalur. Event tersebut selalu menarik dinikmati dan menyajikan banyak experience. Kontennya memang kental dengan nuansa budaya, tapi wisatawan juga bisa menikmati warna alam yang eksotis,” jelas Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Kemenpar Rizki Handayani.

Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya mengapresiasi festival ini. Menpar menilai festival Pacu Jalur sukses menjadi penggerak perekonomian di Kuansing. Maka, Festival Pacu Jalur harus dipertahankan dan tingkatkan lebih baik lagi ke depan.

“Perekonomian di Kuansing akan semakin cepat berputar. Angkanya tentu besar. Masyarakat luas pun ikut merasakan kenaikan income melalui dari berbagai transaksinya. Memiliki postur menjanjikan, maka apresiasi harus diberikan bagi Festival Pacu Jalur 2019. Silakan bergabung di festival tersebut, lalu para wisatawan bisa merasakan sensasi adrenalinnya,” kata Menpar

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close