CultureTourism

Festival Pulau Hiri Jadi Mercusuar Masyarakat Ternate

Festival Pulau Hiri resmi dihelat, Minggu (07/10/2018) di Desa Faudu Pulau Hiri, Kota Ternate. Festival ini rencananya akan dijadikan agenda tahunan Pemerintah Kota Ternate.

“Festival Pulau Hiri ini bagaimana mengangkat budaya asli masyarakat Kota Ternate, dan juga akan dijadikan event tahunan dari event-event pariwisata di Kota Ternate,” kata Walikota Ternate Burhan Abdurahman saat membuka Festival Pulau Hiri di Kelurahan Faudu, Pulau Hiri, Minggu (07/10/2018).

Walikota berharap festival ini kedepannya akan dikemas lebih baik lagi. Sementara panitia diminta selalu melakukan evaluasi kelemahan maupun kelebihannya. “Sasaran kita bahwa festival ini sekali waktu akan diminati oleh masyarakat, mau itu dari dalam negeri maupun luar negeri,” kata walikota.

Hiri memiliki potensi pariwisata yang cukup baik, disana ada ikan hiu yang bisa diberi makan dan bisa merapat sampai ke tepi pantai. “Ini sangat luar biasa dan itu akan dikemas lebih baik sehingga dapat menjadi tontonan yang menarik bagi masyarakat,” kata Burhan.

Disamping itu, ada juga adat istiadat maupun budaya asli Ternate yang masih betul-betul dipertahankan.

“Semua stakeholder, baik sarana prasarana pendukung, harus kita siapkan transportasinya, karena mengingat orang dari ternate ke hiri itu harus menjadi lebih gampang dan lebih baik, kemudian jalan kawasan sekitar lokasi festival ini akan kita benahi, kita akan bangun agar tahun depan lebih menarik, dengan prasarana yang deprusitektif itu pasti banyak yang bisa kita lakukan,” tambah Walikota Ternate saat diwawancarai usai kegiatan.

Agenda ini katanya sudah ditetapkan sejak tahun lalu dan Festival Pulau Hiri adalah festival yang tetap menjadi agenda pemerintah Kota Ternate yang diharapkan bisa memberi dampak peningkatan pendapatan bagi masyarakat.

Sementara itu Kepala Dinas Pariwisata Kota Ternate Samin Marsaoly menambahkan, festival ini merupakan event tahunan, dan kali ini semangatnya berbeda, namun tetap mengedepankan semangat kebaharian maritim.

Menurut dispar, “Festival ini sudah yang ke-2 jadi kita berharap tematiknya berubah dan berbeda-beda seiring dengan model festivalnya, karena ini tematiknya sudah ke maritim jadi kedepan kita coba menggarap dia ke khasan budaya, kulturnya. Menjadikan hiri ini sebagai mercusuarnya ternate kiblatnya ternate,” ujarnya.

Untuk kedepan hiri juga akan dijadikan hiri masuk dalam hilder full event sehingga nanti bisa didaftarkan di Kementerian Pariwisata (Kemenpar).

“Syaratnya harus dilaksanakan enam kali berurut-turut, dikali ke-3 dan ke-4 itu durasinya sudah cukup, pendampingan dari pemerintah sudah cukup, sehingga nanti bukan cuma bantuan dari pemerintah tapi juga ada bantuan-bantuan dari pihak lain. Karena sukses festival harus seperti itu, tidak semuanya harus dari pemerintah,” tutupnya.

Adapun rangkaian kegiatan festival diantaranya, lomba mancing layar, lomba kano, lomba kora-kora, ada juga festival seni budaya, momorom, ngofa sangaji (pengajian anak-anak) cerita dan hikayat budaya hiri, lomba mancing, dan bakar ikan secara massal, yang akan dilaksanakan di acara puncak pada hari minggu.

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close