Headline NewsTechnologyTransportation

“Fin Komodo” Mobil Buatan Anak Bangsa Unjuk Gigi di IIMS 2017

Internasional Motor Show (IIMS) 2017 menjadi ajang memperkenalkan mobil terbarunya bagi produsen mobil raksasa dari luar negeri seperti Jepang, Eropa dan Amerika Serikat. Mereka berlomba-lomba dan saling mengklaim bahwa produknya yang paling unggul.

Namun hal itu tidak membuat minder produsen lokal, Pt Fin Komodo Teknologi untuk ikut tampil di pameran otomotif terbesar di Asia Tenggara itu.

Dalam event tahun ini, produsen mobil yang bermarkas di Cimahi, Jawa Barat tersebut memperkenalkan model terbarunya Mobil bergaya offroad terbaru Fin Komodo diberi nama KD 250 X yang diklaim hadir dengan beberapa kelebihan dibanding produk sebelumnya.

“Di acara ini, Fin Komodo perkenalkan produk terbaru kami. Mobil ini hadir dengan penyempurnaan baik dari desain kabin dan ada juga fitur baru,” papar Ibnu Susilo, President Director PT Fin Komodo, Minggu, 30 April 2017.

Fin Komodo KD 250 X menggunakan mesin berkapasitas 250 cc yang mampu menghasilkan daya hingga 14 dk. Mobil ini dikatakan Ibnu sebagai kendaraan yang cocok digunakan untuk berbagai wilayah di tanah air. Selain itu, karena kekuatan bodi dan desainnya, Fin Komodo juga dianggap ideal sebagai kendaraan di perkebunan, pertambangan maupun jalan yang susah dilalui.

“Mobil ini telah kami coba di berbagai medan, dan memang cocok untuk kawasan yang jalannya susah dilalui kendaraan. Dengan kekuatan sasisnya, mobil ini juga cocok untuk perkebunan dan juga pertambangan,” tambah Ibnu. Ia menyatakan, Fin Komodo 250 X dijual dengan harga Rp 99 juta.

Fin Komodo KD 250 X memiliki dimensi panjang 1.650 mm, lebar 1.750 mm dan tinggi 1.750 mm. Mobil ini dapat menampung 2 orang di dalamnya dan juga bisa memuat bagasi hingga berat 200 kg.

“Menurut kami, ajang ini sangat bermanfaat. Karena kami harapkan lewat pameran seperti IIMS ini, masyarakat dapat lebih mengenal produk kami yang merupakan karya anak bangsa,” tambah Ibnu.

Ibnu menyatakan, pihaknya sangat berharap adanya peran pemerintah baik dalam pengembangan dan juga pemasaran produknya. Menurutnya, hingga saat ini tidak ada andil pemerintah dalam pengembangan dan pemasaran produknya.

“Sebenarnya produk kami ini sangat cocok digunakan untuk perkebunan atau juga di kawasan dengan medan yang sulit di Indonesia. Kalau saja pemerintah mendukung kepemilikan produk kami untuk wilayah-wilayah di Indonesia, tentu akan dapat berkembang dan bersaing dengan produk impor,” pungkas Ibnu.

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button