Gejala, Penyebab dan Cara Mengobati Penyakit Varises

Pada umumnya seorang wanita ingin memiliki kaki yang indah, agar terlihat cantik. Oleh karena itu kesehatan kaki harus diprioritaskan jangan sampai terkena penyakit varises. Penyakit ini, merupakan penyakit yang terjadi akibat pembuluh darah vena mengalami pembengkakan, terpuntir, atau pembesaran.
Kondisi ini, biasanya tampak sebagai area berwarna kebiruan atau keunguan di permukaan kulit. Varises paling sering didapati di tungkai atau betis dan anggota gerak bagian bawah.
“Pelebaran pembuluh darah vena ini mengakibatkan tertumpuknya darah di lapisan bawah kulit sehingga terlihat di permukaan kulit pembuluh darahnya melebar dan berkelok-kelok. Dan ini biasanya terjadi di daerah kaki sama di persendian,” dr. Adhitya Ginting, M.Ked, Sp. BTKV saat menjadi narasumber dalam program EL JOHN Medical Forum yang ditayangkan EL JOHN TV. Program ini, dipandu oleh Cinthia Kusuma Rani (Miss Earth Indonesia 2019).
dr. Adhitya menjelaskan varises memiliki enam tingkatan dan jika dibiarkan akan berbahaya. Tingkat pertama, pembuluh darah vena sudah membesar dan terlihat hanya di kulit saja. Jika tingkat pertama ini, tidak diobati maka varises berlanjut ke tingkat kedua yakni pembuluh venanya sudah menonjol dari kulit dan jika diraba bisa merasakan tonjolan dari pembuluh vena tersebut.
“Terus kalau tidak di treatment lagi, itu bakal naik lagi jadi tahap tiga, tahap tiga ini bisa terjadi pembengkakan yang progresif, jadi kaki itu mulai membengkak dan kalau diteruskan stadium itu bisa stadium ke empat, lima sama enam. Kalau di tingkat empat, sudah timbul pigmentasi di kulit, biasanya warnanya hitam. Kalau lima dan enam itu sudah muncul luka-luka yang basah dan tidak karuan,” ujar dr. Adhitya.
“Di saat melebar terisi lah pembuluh darah vena menumpuk disitu sehingga kelihatan dia biru-biru dan semakin banyak yang menumpuk itu semakin melebar pembuluh darahnya, jadi nonjol-nonjol di kulit, bentuk jadi tidak karuan ke kanan ke kiri, jadi terlihat biru-biru di permukaan kulit,” tambahnya.
Menurut Adhitya, selain karena berdiri terlalu lama, duduk terus menerus juga bisa menyebabkan varises. Untuk mengatasinya bisa meluruskan kaki sejenak dengan berjalan kaki santai untuk membantu agar tidak muncul gejala varises. Atau bisa berbaring sambil memposisikan kaki lebih tinggi dibanding tubuh dengan menaruh bantal di bawah kaki. Pada wanita, gejala varises akan terasa lebih berat beberapa hari sebelum dan pada saat menstruasi.
dr. Adhitya menyebut varises bukan penyakit yang hanya terjadi pada wanita, namun pria pun juga bisa mengalami penyakit tersebut. Karena itu, masyarakat dapat menjaga pola hidup dan pola makan.
“Jadi penyebab varises ini yang paling berpengaruh itu gaya hidup ya. Sekarang ini gaya hidup yang menuntut wanita untuk memakai high heels, terus banyaknya fast food yang bikin kita menjadi tidak teratur untuk pola makannya, yang terlalu banyak karbohidrat, terlalu banyak gula sehingga kita mengalami obesitas,” ungkap dr Adhitya.
“Itu nanti mempengaruhi munculnya varises, karena berat badan naik jadi kaki ini menopang berat badan yang lebih besar jadi timbulnya gejala-gejala varises,” lanjutnya.
Bahkan, dr. Adhitya menerangkan bahwa wanita lebih peka terhadap penyakit ini. Di saat mengetahui terlihat adanya pembulu vena di sekitar kakinya, maka ia akan langsung berkonsultasi ke dokter. Berbeda dengan pria yang kerap membiarkan penyakit ini, sehingga mengalami varises yang cukup parah.
“Kalau wanita kan lebih mementingkan kaki saya ko kurang bagus ada gejala varises ini jadi dia cepat-cepat datang ke dokter. Sedangkan kalau yang pria, biasanya dia datang kalau sudah stadium akhir atau sudah bengkak dia baru datang ke dokter. Tetapi kalau perempuan, di stadium-stadium awal sudah datang ke dokter. Jadi seolah-olah wanita yang lebih sering terkena varises tetapi sebenarnya wanita itu lebih cepat datang jadi lebih cepat terdeteksi terkena varises atau engga,” tutur dr. Adhitya.
dr. Adhitya menerangkan, varises tingkat ringan dapat ditangani dengan pengobatan mandiri di rumah. Pengobatan mandiri dapat meredakan gejala, mengurangi tingkat keparahan, dan mencegah terjadinya komplikasi.
“Anda bisa melakukan pengobatan mandiri dengan rutin berolahraga (terutama gerakan untuk menguatkan kaki), memperhatikan bobot tubuh agar tidak berlebih, tidak berdiri terlalu lama, dan beristirahat dengan cara berbaring agar posisi kaki lebih tinggi daripada tubuh. Anda bisa menggunakan bantal untuk menyangga kaki” terang dr. Adhitya.
Penggunaan alat bantu juga dapat meringankan gejala varises, yaitu dengan memakai stoking khusus varises atau bebat kompresi. Fungsinya adalah memberikan tekanan yang dibutuhkan pada otot dan pembuluh vena, sehingga aliran darah menjadi lebih lancar. (Sigit)



