DestinationHeadline NewsTourism

Gubernur Ganjar Minta Pemerintah Pusat Bantu Pembenahan Candi Borobudur

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo memaparkan hambatan yang dihadapi dalam mengembangkan destinasi Candi Borobodur, dalam rapat terbatas tentang Pengembangan Destinasi Pariwisata Prioritas, di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (15/7/2019). Rapat dipimpin langsung Presiden Jokowi dan dihadiri Wakil Presiden  Jusuf Kalla, sejumlah Menteri yang terkait dengan pariwisata, maupun Gubernur.

Hambatan itu dijelaskan Ganjar, antara lain berupa pembangunan infrastruktur. Karena itu, orang nomor satu di Jawa Tengah itu, meminta kepada Pemerintah Pusat untuk bantu mempercepat pembangunan infrastruktur untuk mendukung pengembangan Candi Borobudur yang masuk sebagai 10 Bali Baru.

Ganjar  menyebut yang diperlukan untuk pengembangan Candi Borobudur adalah kejelasan konsep pengembangan.

“Maka akses ke Borobudur harus segera disiapkan. Blue print pengembangan Borobudur, RT RW, pengelola dan pemerintah daerah harus bersinergi,” kata Ganjar dalam rapat terbatas itu.

Beberapa Usulan Ganjar tersebut tersebut direspon.  Presiden Joko Widodo langsung memerintahkan beberapa kementerian untuk turun langsung ke Jawa Tengah, Menko Perekonomian Darmin Nasution, Menkeu Sri Mulyani, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Menpar Arief Yahya, Menhub Budi Karya Sumadi dan Kepala Bekraf Triawan Munaf. Terlebih Pemerintah Pusat telah menyiapkan anggaran mencapai Rp 6,5 triliun untuk pengembangan 10 destinasi Bali Baru.

Sebelumnya, saat menghadiri Asalha Maha Puja 2563 di pelataran Candi Borobudur, Minggu (14/7/2019) Ganjar menargetkan 5 juta wisatawan datang ke Borobudur di tahun 2019. Meski demikian, hingga saat ini  angka wisatawan telah mencapai 2,6 juta orang,  dengan jumlah wisatawan mancanegara baru sekitar 250 ribu orang.

“Kegiatan besar harus diselenggarakan. Harus ada dukungan infrastruktur. Perbaikan sekitar Borobudur. Termasuk dukungan pemerintah daerah dan masyarakat. Presiden juga pesan tiga hal, fasilitas, utilitas dan amenitas,” kata Ganjar.

Fasilitas yang dimaksud adalah infrastruktur, utilitas dasar atau kesenangan atau kebiasaan para wisatawan, ketiga adalah amenitas pariwisata alias kenyamanan wisatawan yang berkaitan dengan ketersediaan rumah makan, fasilitas umum, hingga toko cenderamata.

“Agar orang datang tidak cuma lihat candinya saja. Tapi juga bisa menikmati kuliner, atraksi, seni budaya. Ini yang mau kita dorong. Kalau gitu-gitu saja acaranya tidak menarik. Harus jelas acara dan target wisatawannya,” katanya.

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close