Headline NewsInvestment

Guna Tarik Banyak Investor, Pemerintah Akan Agresifkan Insentif

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Lembong optimis dengan insentif yang disediakan Pemerintah, laju investasi akan meningkat. Bahkan, Pemerintah masih memiliki peluang untuk mengagresifkan insentif bagi investor.
Thomas mengaku banyak respon postif dari investor yang telah menikmati insentif yang disediakan Pemerintah. Tahun 2018 saja, tercatat ada delapan perusahaan telah menikmati fasilitas tax holiday dengan total investasi mencapai Rp161,3 triliun.

Karena itu, penting agresif insentif dilakukan agar tidak didahulukan oleh negara tetangga. “Menurut saya, masih banyak peluang untuk menawarkan insentif yang jauh lebih agresif karena sekarang kita mesti rebutan dengan negara saingan seperti Vietnam, Thailand dan bahkan Malaysia,” kata Thomas di Jakarta, Rabu (6/1/2019).

Menurut Thomas, negara-negara lain banyak yang juga mengobral insentif demi menarik Investor. Melihat kondisi Indonesia harus menyediakan insentif yang bikin para investor tertarik dengan harapan kran investasi terus mengucur ke Indonesia.

“Jadi kita mesti keluarin lagi inovasi baru atau terobosan baru unUik menstimulasi gelombang insentif baru,” katanya.

Tom mencontohkan insentif fiskal yang tengah dibahas oleh Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto yakni super deduction tax atau pengurangan pajak 200 persen untuk industri yang terlibat dalam program pendidikan vokasi.

“Pak Menperin tadi menyampaikan insentif fiskal untuk melatih vokasi, melatih pekerja kita supaya kemampuan dan keterampilannya meningkat seiring dengan industri tinggi. Kalau tidak, pekerja kita akan ketinggalan, tidak sanggup menghadapi permesinan yang makin digital,” ujarnya.

Sementara itu, Menteri Keuangan Sri Mulyani meyakini, berbagai insentif yang disodorkan pemerintah akan mampu memperbaiki iklim dan mendorong pertumbuhan investasi. Dalam proyeksi Produk Domestik Bruto (PDB) 2019, pertumbuhan investasi diyakini mampu menembus 7%.

Kementerian Keuangan akan terus mendukung perbaikan investasi melalui berbagai kebijakan, terutama terkait perpajakan. “Selain untuk mendorong penerimaan negara lebih tinggi, kebijakan pajak juga akan terus ditujukan untuk mendukung iklim investasi di Indonesia,” ujar Sri.

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close