TechTechnology

Hakteknas ke-25: Inovasi sebagai Solusi Menuju Kemandirian Bangsa Indonesia

Setiap tanggal 10 Agustus diperingati sebagai Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas). Pada tahun ini Hakteknas telah memasuki usia 25 atau seperempat abat.

Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi (Menristek/Kepala BRIN) Bambang PS Brodjonegoro mengungkapkan peringatan tahun ini menjadi momentum penguatan kolaborasi tiga pihak (triple helix) dalam mewujudkan kemandirian nasional dan menjadikan inovasi sebagai solusi berbagai persoalan bangsa.

Mengingat situasi pandemi, acara peringatan sekaligus peluncuran program diselenggarakan dalam bentuk perpaduan tatap muka terbatas dan telekonferensi. Peringatan Hakteknas  ke-25 juga terbuka dan dapat disaksikan masyarakat luas melalui siaran langsung di YouTube Kemenristek/BRIN (https://www.youtube.com/KemenristekBRIN) dan televisi nasional.

Peringatan tahun ini ditandai pula dengan sejumlah peluncuran program kolaboratif, yaitu 100 Desa Berinovasi yang merupakan kolaborasi antara Kementerian Riset dan Teknologi/Badan Riset dan Inovasi Nasional (Kemenristek/BRIN) dengan Kementerian Desa, PDT dan Transmigrasi (Kemendes PDTT). Selain itu, ada juga peluncuran katalog/website e-katalog produk inovasi di Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP), serta Strategi Nasional Kecerdasan Artifisial (Artificial Intelligence).

Wakil Presiden RI, KH Ma’ruf Amin dalam kesempatan ini hadir secara virtual melalui telekonferensi untuk memberikan arahan sekaligus meluncurkan Hakteknas ke-25 dengan menempelkan telapak tangan pada layar hologram yang menandai dimulainya rangkaian acara peringatan Hakteknas ke-25. Sedangkan acara tatap muka berlangsung di Auditorium Gedung BJ Habibie, Kemenristek/BRIN, Jakarta dihadiri Menristek/Kepala BRIN, para pejabat setingkat menteri/kepala lembaga, dan para pejabat teras Kemenristek/BRIN. Selain itu, acara ini juga dihadiri langsung oleh 100 orang tamu undangan dan diikuti oleh kurang lebih 500 peserta secara virtual melalui telekonferensi.

Wakil Presiden RI berpesan agar penelitian, pengembangan, pengkajian, dan penerapan (litbangjirap) menjadi arus utama dalam meningkatkan kemandirian bangsa dengan meningkatkan inovasi dalam negeri, membeli dan bangga produk Indonesia. Aktivitas-aktivitas litbangjirap juga diharapkan menggunakan kandungan lokal.

“Litbangjirap hendaknya menjadi arus utama dalam meningkatkan kemandirian bangsa. Misalnya kita tingkatkan inovasi dalam negeri, membeli dan bangga produk Indonesia, khususnya yang berasal dari inovasi. Litbangjirap menjadi komponen utama perhitungan TKDN, inovasi dan kreativitas masuk dalam perhitungan TKDN,“ pesan Wapres RI.

Kunci penting kesuksesan adalah terus meningkatkan dan mengintensifkan kolaborasi lembaga litbangjirap. Peningkatan kolaborasi antar lembaga litbang pemerintah pusat, pemerintah daerah, litbang swasta – industri, dan litbang masyarakat lainnya. Khususnya untuk kerjasama peneliti (dosen/mahasiswa) di perguruan tinggi dengan lembaga litbang Kementerian/Lembaga. Koordinasi RISTEK/BRIN yang selama ini mulai berjalan baik dan memperlihatkan hasil harus terus ditingkatkan. Hal ini juga dilakukan seiring dengan upaya pengembangan dan implementasi teknologi tepat guna sesuai potensi daerah disertai dengan peningkatan anggaran untuk litbang dari berbagai sumber.

“Penting untuk terus meningkatkan dan mengintensifkan kolaborasi lembaga litbangjirap, antar peneliti di berbagai perguruan tinggi, lembaga litbang Kementerian/Lembaga di pusat maupun daerah, swasta – industri, dan litbang masyarakat lainnya. Khususnya untuk kerjasama peneliti (dosen/mahasiswa) di perguruan tinggi dengan lembaga litbang Kementerian/Lembaga. Koordinasi Kemenristek/BRIN yang selama ini mulai berjalan baik dan memperlihatkan hasil harus terus ditingkatkan dengan pengembangan dan implementasi teknologi tepat guna sesuai potensi daerah disertai dengan peningkatan anggaran litbang dari berbagai sumber,” ungkap Wapres RI.

Di akhir arahan, Wapres RI mengajak kita semua menjadikan inovasi sebagai arus utama atau gerakan untuk solusi dan transformasi ekonomi menuju visi 2045. Belajar dari pandemi COVID-19 saat ini, Wapres RI berharap Kemenristek/BRIN bersama kementerian, lembaga litbang dan unit litbang lainnya berfokus ke depan untuk : Kesiapan dan ketahanan bangsa dalam menghadapi berbagai pandemi dan penyakit- penyakit tropis lainnya; Kemandirian alat kesehatan dan obat, khususnya obat modern asli Indonesia, serta produk-produk dalam negeri lainnya; Pembangunan kehidupan yang berkeberlanjutan, antara lain kaitannya dengan perubahan iklim, energi baru dan terbarukan, serta ekonomi digital (termasuk kecerdasan artifisial).

“Mari kita jadikan inovasi sebagai arus utama/gerakan untuk solusi dan transformasi ekonomi kita menuju visi 2045. Belajar dari pandemic COVID-19 saat ini, Kemenristek/BRIN bersama kementerian, lembaga litbang dan unit litbang lainnya berfokus ke depan untuk kesiapan dan ketahanan bangsa dalam menghadapi berbagai pandemi dan penyakit-penyakit tropis lainnya. Kemandirian alat kesehatan dan obat, khususnya obat modern asli Indonesia, serta produk-produk dalam negeri lainnya. Pembangunan kehidupan yang berkeberlanjutan, antara lain kaitannya dengan perubahan iklim, energi baru dan terbarukan, serta ekonomi digital termasuk kecerdasan artifisial,” ajak Wapres RI. (Sumber Kemenristek dan BRIN)

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close