Harga Barang Kebutuhan Pokok di Pasar Kramat Jati Terpantau Stabil Rendah
Memasuki bulan puasa Ramadan di masa sulit pandemi COVID-19, perkembangan harga barang kebutuhan pokok masyarakat menunjukkan perkembangan menggembirakan. Harga-harga komoditas pangan yang sangat dibutuhkan masyarakat untuk tetap tinggal di rumah (stay at home) terpantau stabil rendah. Stabilitas harga ini membuat masyarakat dapat lebih tenang menjalankan ibadah puasa Ramadan.
Menteri Perdagangan Agus Suparmanto mengecek secara langsung harga-harga komoditas pangan di Pasar Kramat Jati Jakarta, Rabu (29/4). Pemantauan ke pasar strategis di Jakarta ini untuk mengetahui secara langsung dari pedagang pasar tentang perkembangan harga kebutuhan pokok masyarakat selama pandemi COVID-19. Kunjungan ini dilaksanakan dengan tetap mengikuti protokol kesehatan yang ditetapkan pemerintah.
“Harga-harga komoditas barang kebutuhan pokok sebagian besar menunjukkan stabilitas yang baik. Ini tentu menggembirakan masyarakat. Stok di pasar-pasar cukup terpenuhi dan aman sehingga masyarakat bisa tenang menjalankan puasa Ramadan,” kata Mendag Agus Suparmanto.
Di Pasar Kramat Jati, harga kebutuhan barang pokok terpantau stabil rendah. Harga beras medium Rp9.600/kg, beras premium Rp12.000/kg, gula pasir merk Matahari Merah Rp12.500/kg dan gula pasir (Non-Penugasan) Rp18.000/kg. Harga tepung terigu Rp10.000/kg, tepung terigu curah Rp7.000/kg, minyak goreng curah Rp10.500/lt, minyak goreng kemasan Rp13.000/lt, daging sapi paha belakang Rp120.000/kg, daging ayam ras Rp35.000/kg, telur ayam ras Rp23.000/kg, cabe merah keriting Rp32.000/kg, cabe rawit merah Rp40.000/kg, cabe merah besar Rp40.000 kg, bawang merah Rp60.000/kg, bawang putih kating Rp40.000/kg, bawang putih Honan Rp35.000/kg, dan bawang bombay Rp30.000—40.000/kg.
Secara nasional, harga komoditas pangan yang stabil (turun/naik berkisar 0—5 persen), antara lain beras, minyak goreng, tepung terigu, kedelai, daging sapi, dan telur ayam ras. Harga bahan pokok yang turun di atas 5 persen, antara lain daging ayam ras, cabe merah keriting, cabe merah besar, cabe rawit merah dan bawang putih. Sedangkan harga komoditas yang naik di atas 5 persen dalam sepekan ini adalah bawang merah.
Berdasarkan informasi dari Asosiasi Bawang Merah Indonesia (ABMI), harga bawang merah saat ini mengalami kenaikan akibat turunnya produksi di sentra produksi bawang merah di Brebes Jawa Tengah hingga 10 persen. Penurunan ini terjadi karena hasil tanam yang kurang bagus dan stok panen sebelumnya mengalami kerusakan. Di sisi lain, harga bibit bawang merah juga naik menjadi Rp40.000-45.000/kg dari biasanya Rp20.000/kg (naik hingga 125 persen).
Hal ini berpengaruh terhadap penurunan luas tanam sekitar 20—30 persen karena yang bisa tanam hanya petani bermodal besar. Setelah bekoordinasi dengan Kementeian Pertanian, diketahui kenaikan harga bibit dan serangan hama (OPT) cenderung lebih tinggi pada musim hujan yang tentunya berimbas juga pada harga di tingkat konsumen.
“Dari sisi distribusi ke Jakarta saat ini juga diinfokan ada penurunan. Pengiriman bawang merah dari Brebes ke Jakarta saat ini sebanyak 25 truk/hari berkurang 16 persen dari sebelumnya 30 truk/hari. Hal ini tergambar dari penurunan pasokan bawang merah ke Pasar Induk Kramat Jati menjadi sekitar 79 ton/hari dalam seminggu terakhir, di bawah pasokan normal 98 ton/hari. Harga bawang merah di Pasar Induk Kramat Jati saat ini Rp42.000/kg, tertinggi di Manokwari Rp70.000/kg dan terendah di Kupang sebesar Rp30.000/kg,” ujar Mendag Agus.
