Economic

Harga Ikan Anjlok Ditengah Wabah Virus Corona

Wabah virus Corona (Covid 19) mulai memukul sendi-sendi perekonomian masyarakat Aceh Singkil. Terutama nelayan menyusul anjloknya harga ikan.

Bukan hanya harganya yang murah, untuk jenis ikan ekspor sama sekali tak laku kondisi itu menyebabkan pengepul ikan banyak yang tutup. Imbasnya nelayan tak mendapat penghasilan.

Rahim pengepul ikan di Kuala Baru mengatakan, dirinya masih membeli ikan dari nelayan. Hanya saja harganya murah serta dalam jumlah sedikit. Sebab tidak lagi bisa diekspor dan dikirim ke Medan, Sumatera Utara.

“Saya masih beli ikan dari nelayan terdorong rasa kasihan. Kalau tidak dibeli mau dijual kemana, hanya saja murah dan tidak bisa banyak-banyak,” ujarnya.

Menurut Rahim, bukan tanpa alasan harga ikan anjlok. Sebab saat dijual ke pasar minim pembeli  Saya masih bisa beli kepada nelayan, cara menjualnya keliling oleh anggota. Tapi tidak banyak.

Kondisi serupa disampaikan Camat Pulau Banyak, Mukhlis. Menurutnya ikan merupakan tulang punggung pergerakan ekonomi masyarakat di daerahnya.

“Namun harganya saat ini murah sehingga sangat mempengaruhi perekonomian masyarakat Ikan murah, cukup mengganggu perekonomian masyarakat,” kata Camat.

Berdasarkan informasi harga ikan kualitas ekspor seperti tenggiri Rp 25 ribu per kilo. Padahal sebelumnya Rp 50 ribu per kilo.

Kemudian ikan kuwe gerong atau belitong (giant trevally) dari sebelumnya Rp 30 ribu per kilo menjadi Rp 12 ribu. Lalu kakap dari sebelumnya Rp 60 ribu turun drastis menjadi Rp 30 ribu.

Di Kabupaten Aceh Singkil, ada lima kecamatan yang perekonomiannya ditopang dari sektor perikanan laut. Masing-masing Kecamatan Pulau Banyak, Pulau Banyak Barat, Kuala Baru, Singkil dan Kecamatan Singkil Utara.

Sejauh ini belum ada kebijakan dari Pemkab Aceh Singkil, sebagai antisipasi terpukululnya perekonomian masyarakat.

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close