ICBC dan Delegasi Kota Dongguan Gelar Pertemuan Bahas Kolaborasi Dagang dan Teknologi
Indonesia China Business Council (ICBC) menerima kedatangan Delegasi dari Kota Dongguan di kantor ICBC di kantor ICBC, Plaza Maspion, Jakarta Pusat, pada Jumat (16/5/2025).
Delegasi yang datang berjumlah 10 orang terdiri dari 5 orang perwakilan pemerintah setempat dan 5 pengusaha serta dipimpin oleh The Chairman Dongguan Federation of Returned Overseas Chinese Wei Yuxiang. Kedatangan mereka diterima hangat Ketua Harian ICBC Ali Husein didampingi Sekjen ICBC Basilio Diaz serta sejumlah pengurus ICBC lainnya,.
Kedatangan para delegasi ini untuk membahas peluang kerja sama dan pertukaran bisnis di Indonesia. Kepada pengurus ICBC, delegasi Kota Dongguan memaparkan keunggulan Dongguan dalam menggerakan roda perekonomian.
Terletak di Provinsi Guangdong, Tiongkok, Kota Dongguan telah menjelma menjadi salah satu pusat ekonomi, manufaktur, dan inovasi terkemuka tidak hanya di Tiongkok, tetapi juga di dunia.
Industri teknologi tinggi di Dongguan, khususnya di bidang smartphone, sangat mendominasi pasar global. Perusahaan raksasa seperti Huawei, OPPO, dan Vivo memiliki fasilitas produksi utama di kota ini. Tak heran jika 1 dari setiap 5 ponsel pintar di dunia diproduksi di Dongguan, menjadikannya episentrum industri elektronik global.

Bukan hanya dikenal sebagai pusat manufaktur global untuk produk elektronik, tetapi kota Dongguan juga sebagai salah satu produsen utama mainan dan pakaian di dunia. Dengan infrastruktur industri yang solid, tenaga kerja terampil, serta jejaring rantai pasok yang matang, Dongguan telah menjelma menjadi kota industri kreatif yang menjadi penopang penting dalam sektor mode dan hiburan anak-anak secara global.
Ribuan pabrik mainan di kota ini memproduksi berbagai jenis mainan, mulai dari mainan plastik, boneka, alat musik anak, mainan elektronik, hingga produk berlisensi karakter global. Mainan buatan Dongguan telah menembus pasar ekspor ke lebih dari 100 negara, termasuk Amerika Serikat, Eropa, dan Asia Tenggara.
Selain mainan, sektor pakaian dan tekstil merupakan pilar penting dalam struktur ekonomi Dongguan. Kota ini dikenal sebagai produsen pakaian jadi dan tekstil berkualitas tinggi, baik untuk kebutuhan domestik maupun ekspor. Produk yang dihasilkan mencakup pakaian kasual, pakaian olahraga, pakaian anak, pakaian dalam, hingga busana fesyen.
Ketua Harian ICBC, Ali Husein, menyampaikan dalam pertemuan tersebut, pihaknya telah secara resmi menawarkan kepada delegasi Dongguan untuk membangun kawasan industri di wilayah Banten.

Menurut Ali Husein, Banten dipilih sebagai lokasi potensial karena letaknya yang strategis, dekat dengan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), serta memiliki akses yang lebih efisien dibandingkan wilayah yang terlalu jauh dari pusat-pusat industri. Wilayah tersebut dinilai cocok untuk membangun pabrik-pabrik dengan orientasi ekspor maupun kebutuhan domestik.
“Kami sudah tawarkan kepada mereka untuk berinvestasi di Banten. Di sana sangat tepat untuk mereka membangun kawasan industri. Lokasinya tidak terlalu jauh, sehingga dekat dengan UMKM kita. Ini sangat baik untuk integrasi industri besar dengan industri kecil menengah,” jelas Ali.
Ali Husein juga menegaskan bahwa fokus investasi dari pemerintah dan pengusaha Dongguan saat ini adalah kawasan Asia Tenggara, dengan Indonesia sebagai prioritas utama. Menurutnya, dengan jumlah penduduk mencapai 280 juta jiwa, Indonesia adalah pasar terbesar dan paling menjanjikan di kawasan.
“Pemerintah mereka sedang giat promosi ke Asia Tenggara. Dan menurut mereka, pasar terbaik adalah Indonesia. Karena penduduk kita banyak, muda-muda, dan ini menjadi daya tarik besar untuk investasi. Mereka melihat potensi tenaga kerja dan pasar konsumen kita yang besar,” jelas Ali.

Selain menawarkan investasi, ICBC juga mengajukan kerja sama di bidang pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia. ICBC mendorong agar pihak Dongguan tidak hanya berinvestasi dalam bentuk fisik dan industri, tetapi juga berkontribusi terhadap pembangunan kapasitas generasi muda Indonesia melalui program beasiswa teknologi.
“Saya sudah sampaikan bahwa alangkah baiknya jika mereka juga bisa memberikan lebih banyak beasiswa kepada anak-anak muda kita. Supaya kita bisa mencetak tenaga kerja yang unggul, bisa jadi penggerak industri teknologi,” ujarnya.
Sementara itu The Chairman Dongguan Federation of Returned Overseas Chinese Wei Yuxiang menilai Indonesia merupakan negara yang layak untuk berinvestasi. Menurut Wei, ada dua faktor utama yang menjadi pertimbangan kuat para pelaku usaha Dongguan: posisi geografis Indonesia yang sangat strategis di kawasan Asia Tenggara, serta stabilitas politik yang terjaga dengan baik.
“Indonesia adalah negara yang berada di antara negara-negara penting Asia. Letaknya sangat strategis, menjadi penghubung antara berbagai pasar regional dan internasional. Selain itu, situasi politik di Indonesia juga tergolong stabil, dan ini sangat penting bagi investor,” jelas Wei.

Dalam dunia usaha, kepastian hukum dan stabilitas politik merupakan elemen krusial bagi kelangsungan dan keamanan investasi. Wei mengungkapkan bahwa dibandingkan dengan beberapa negara lain di kawasan, Indonesia dinilai lebih menjanjikan karena keberlanjutan pemerintahannya dan sistem politik yang relatif terbuka dan terkelola dengan baik.
“Investor dari Tiongkok, terutama dari Dongguan, sangat mempertimbangkan faktor keamanan jangka panjang. Dengan kondisi politik Indonesia yang stabil, kami merasa lebih nyaman dan percaya diri untuk menanamkan modal di sini,” katanya.
