DestinationHeadline NewsTourism

ICPI Berharap Menpar Tepilih Kembangkan Pariwisata Unik dan Otentik

Ketua Umum Ikatan Cendikiawan Pariwisata Indonesia (ICPI) Prof. Azril Azahari Ph.D  berharap kepada Menteri Pariwisata yang  terpilih nanti,  untuk  mengembangkan  pariwisata y unik dan otentik. Dua konsep ini,  diyakini Profesor Azril,  dapat menjadi daya tarik wisatawan mancanegara (wisman)

Menurutnya, keinginan wisman saat ini, sudah berubah, bukan hanya kenikmatan namun ingin mendapatkan pengalaman terbaik saat berwisata.

“Daya tarik itu harus unik dan otentik. Orang asing itu, ingin melihat bahwa  yang dilihat itu bukan sekedar dilihat, tetapi dia ingin mengalami. Jadi ada best experince-nya . Seperti di Bali itu, tarik kecak itu tidak hanya ditonton bagi turis, tapi mereka belajar tari kecak,” kata Profesor Azril saat diwawancarai tim liputan El John News, beberapa waktu lalu.

“Kita tidak lagi pada natural tourism, kalau masih pada natural tourism kita sudah terlambat.  Pariwisata kini sudah pada ketenangan diri, best experince yang tidak ada di negaranya,” tambahnya.

Profesor Azril menyebut, upaya ini juga dapat menjadi promosi yang baik untuk pariwisata Indonesia. “Jadi dia (turis)  terlibat di dalamnya, dia mengalaminya nanti dia akan ceritakan apa yang tidak ada di daerahnya,” ujarnya.

Selain keunikan dan keaslian, Profesor Azril juga menyarankan  kepada Kementerian Pariwisata untuk memperhatikan lima unsur yang ada di pariwisata, yakni Health & hygiene, environmentally sustainable,  safety & security, ICT ((Information, Communication, Technology) dan tourism service. Lima unsur ini memiliki nilai yang rendah, meski travel  and tourism competitiveness indeks untuk Indonesia di posisi 40.

“Travel  and tourism competitiveness indeks, kita di nomor 40, sebelumnya kita di 50 tahun 2015  dan meningkat sekarang menjadi 40, tetapi disitu ada item-itemnya yang rendah dari 8 negara Asean. Memang secara rata-rata kita di nomor 40, tetapi secara item itu rendah. Ada lima yang terendah,” kata Profesor Azril .

“Lima itu juga harus diperhatikan, jangan sampai rendah lagi, tapi tetap kita mengarah kepada daya tariknya.  Daya tariknya itu yang harus kita kembangkan,” lanjutnya

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close