Imbang Lawan Tanzania, Shin Tae-yong Akan Evaluasi Performa Timnas Jelang Lawan Irak

0

Timnas Indonesia bermain imbang 0-0 melawan Tanzania pada laga training match di Stadion Madya, Jakarta, Minggu (02/06/2024). Pada laga ini, pelatih Shin Tae-yong hampir memainkan seluruh pemainnya, termasuk debutan Malik Risaldi.

Indonesia mendominasi pada pertandingan ini, namun sejumlah peluang tidak dapat menjadi gol. Meski begitu, laga ini menjadi pemanasan sebelum melawan Irak (06/06/2024) dan Filipina (11/06/2024) mendatang.

Pelatih Shin Tae-yong mengatakan bahwa pertandingan ini memang bertujuan untuk mengembalikan kondisi fisik dan melihat performa pemain setelah libur kompetisi.

“Memang seperti apa yang dibicarakan sebelumnya, hasil tidak begitu penting, saya hanya ingin melihat keseluruhan kondisi pemain, fisik, dan juga lainnya. Saya juga akan mengevaluasi performa para pemain di laga tadi, termasuk soal sentuhan bola yang kurang dan komunikasi juga,” kata Shin Tae-yong.

Pelatih asal Korea Selatan tersebut mengaku kondisi para pemain belum ke performa terbaik. Meski begitu, dia optimistis pemain akan menampilkan penampilan terbaik saat melawan Irak dan Filipina mendatang.

“Memang para pemain merasakan capek ya, tetapi dengan selesai laga ini pastinya akan meningkat cepat dan baik. Apalagi besok recovery serta istirahat, tanggal 4 dan 5 Juni itu masuk periode penyesuaian kondisi, dan saya akan mempersiapkan tim lebih baik. Irak tim terbaik di grup kita, skuad mereka sangat bagus, bukan lawan mudah bagi kami, tetapi ini laga kandang, jadi saya akan memaksimalkan semuanya agar di laga nanti dapat hasil baik,” pungkas Shin Tae-yong.

Ketua Umum PSSI, Erick Thohir menilai kualitas para pemain pelapis timnas Indonesia semakin baik. “Dilaga uji coba tadi, semua pemain kita turun dan kita lihat kualitasnya mulai merata karena serangan ke Tanzania tidak kendur di babak kedua. Ini yang saya inginkan agar kita punya dua kali sebelas timnas senior yang benar-benar kuat,” ujar Erick seusai laga yang disaksikan 5831 penonton tersebut.

Oleh karena itu, Erick tidak terlalu mempersoalkan hasil imbang yang diraih skuad Garuda jelang dua laga terakhir babak kualifikasi Piala Dunia 2026 putaran kedua zona Asia. Timnas akan menghadapi Irak pada 6 Juni dan lima hari kemudian, 11 Juni giliran Filipina akan menjadi lawan terakhir Asnawi Mangkualam dkk.

“Target utama adalah meraih tiga poin di dua laga terakhir itu sehingga kita bisa lolos ke babak ketiga bersama 17 negara Asia lainnya untuk berebut tiket Piala Dunia. Imbang lawan Tanzania saya ibaratkan masa adaptasi lagi bagi pemain untuk makin kompak,” lanjut Erick.

Erick menganalogikan hasil imbang itu sebagai periode warming up, sebelum tampil maksimal di laga sesungguhnya, seperti saat timnas U-23 menuju Piala Asia U-23 di Qatar lalu.

“Hal ini pernah kita alami sebelum Piala Asia U-23 lalu. Kita kalah di ujicoba lawan UEA dan Arab Saudi. Tapi di turnamen sebenarnya, kita bisa kalahkan tim kuat seperti Australia Jordania, dan Korsel. Artinya, pasti ada hal yang bermanfaat dan diraih dari hasil imbang itu,” ujarnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *