Headline NewsPageants

Impian Aluna Donasikan US$1000 ke Sekolah Masyarakat Miskin Akhirnya Terwujud

Putri binaan Yayasan El John Indonesia kembali  mengukir prestasi untuk Indonesia di Kontes dunia. Kali ini, adalah Aluna Rifai (Miss Intercontinental Indonesia 2018) yang bikin bangga Indonesia  di Pemilihan Miss Intercontinental 2018.

Di kontes ini, Aluna berhasil meraih special award Best Sosial Media Star. Special Award itu diumumkan pada Coronation Night atau Malam Penobatan yang  digelar    di Mall of Asia (MOA) Arena,  Filipina, Sabtu malam (26/1/2019).  Malam penobatan atau babak final ini, dihadiri langsung oleh Founder Yayasan EL JOHN Indonesia Johnnie Sugiarto  bersama  istri dan  tim EL JOHN Pageants serta  EL JOHN Media. Selain  itu, orang tua Aluna juga ikut menyaksikan langsung  anaknya meraih special award tersebut.

Award ini,  sekaligus mewujudkan impian gadis berusia 21 tahun itu,  untuk mendonasikan dana sebesar US$1.000 atau setara  Rp14 juta kepada sekolah Gajah Wong di Yogyakarta.

Seperti diketahui pemenang award Best Sosial Media Star berhak mendapatkan hadiah US$1.000. Finalis  yang berhak meraih award ini adalah finalis  yang memperoleh banyak positingan Like dan Share di video promosinya yang terdapat di akun facebook H&H Makeover Salon.

Sebelum malam penobatan digelar,  Aluna gencar mempromosikan videonya itu ke  tim EL JOHN Pageants dan kerabat lainnya untuk dibantu Like dan Share. Upaya Aluna   tak sia-sia dan akhirnya impian mulianya itu,  dapat terkabulkan.

“Terima kasih untuk Indonesian, Tim EL JOHN dan Pageants Lover Indonesia yang sudah dukung aku selama ini. Hadiah spesial award ini aku sumbangkan untuk Sekolah Gajah Wong, semoga bermanfaat”, ucapnya sambil memberikan kecupan salam dan senyum bahagia saat diwawancara tim EL JOHN TV. Wawancara ini dilakukan saat acara malam penobatan selesai.

Sekolah Gajah Wong yang akan didonasikan Aluna adalah sekolah alternatif yang gratis bagi anak-anak usia dini dan dasar, dari kalangan Kaum Miskin Kota di Wilayah Yogyakarta. Sekolah ini dibangun sebagai semangat advokasi dan fasilitasi menuju kemandirian masyarakat miskin kota. Jika berbicara tentang Sekolah Gajahwong, maka tak akan lepas dari sejarah munculnya Komunitas Ledok Timoho di Bantaran Kali Gajahwong.

Komunitas Ledok Timoho mulai ada sejak tahun 1999, bermukim di wilayah administrasi RT 50 RW 05 Kelurahan Mujamuju, Kecamatan Umbulharjo, Kota Yogyakarta. Komunitas ini berada di pinggir Kali Gajahwong belakang Perumahan APMD. Anggota dari komunitas ini, mayoritas adalah masyarakat miskin kota yang bekerja sebagai pemulung, pengamen, tukang becak, buruh bangunan dan lain-lain.

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close