Headline NewsHealthy LifeTechnology

Indonesia Akan Gandeng Korsel Untuk Kurangi Sampah Plastik di Laut

Kementerian Koordinator (kemenko)  bidang Kemaritiman sedang menjajaki kerja sama dengan Korea Selatan untuk mengurangi sampah plastik di laut. Dengan teknologi yang digunakan, Negeri Gingseng  terbukti mampu membersihkan sampah di perairannya.

Asisten Deputi Bidang Pendayagunaan Iptek Maritim Kemenko Bidang Kemaritiman Nani Hendiarti mengatakan Indonesia kini sedang mempelajari teknologi itu.

“Itu sulit karena teknologinya masih mahal, bukan mahal ya, tapi kita lebih mengembangkan teknologi yang lebih efisien untuk menjaring sampah-sampah yang masuk ke wilayah kita, itu yang sedang dipikirkan. Tapi kalau di negara lain, contohnya, Korea, dia punya kapal untuk mengambil sampah yang beroperasi secara rutin di perairan mereka. Kapalnya itu cukup banyak, jadi kapalnya itu,  mengambil sampah di perairannya dan langsung diproses di kapalnya, nah itu yang sedang kita pelajari,” kata Nani saat diwawancara tim liputan El John News, belum lama ini, di Jakarta.

Nani menjelaskan, tahun depan, penjajakan kerja sama mulai dilakukan. Tahapannya, Indonesia dan Korea Selatan akan melakukan pengembangan secara bersama terkait teknologi yang digunakan untuk mengangkut sampah di tengah laut.

“Tahun depan di mulai. Kita maunya desainnya bersama, jadi tidak mengambil teknologi 100 persen punya dia, tapi kita kembangkan bersama. Jadi idenya dari mereka, kita develop bareng di Indonesia. Targetnya tahun depan kita mulai, tapi realisasi implementasinya baru tahun berikutnya lagi,” ujar Nani.

Jika pada tahun depan pengembangan teknologinya dapat tuntas, maka akan diuji cobakan. Nani berharap ada dukungan dari Pemerintah Daerah terkait uji coba ini.

“Karena Indonesia kan kepulauan jadi besar sekali pintunya. Tapi nanti kita akan uji terapkan pendekatan seperti itu,  di wilayah tertentu dan tentu harus ada konsen dari Pemerintah Daerah. Itu butuh investasi yang tidak kecil. Itu lebih optimal, karena kita sekarang belum punya itu,” ungkap Nani.

Seperti diketahui, Presiden Joko Widodo  telah menerbitkan peraturan presiden no 83 tahun 2018 mengenai penanganan sampah laut, di mana dalam rencana aksi nasional (RAN) Pemerintah menargetkan mengurangi sampah plastik laut hingga 70 persen pada tahun 2025.

Untuk mendukung kebijakan tersebut,  Kemenko Kemaritiman bersama dengan Kementerian Pariwisata juga sedang menyusun sebuah standard operational procedure (sop) penanganan sampah di kawasan wisata.

Menurut data kajian bank dunia,  Schmidt dan Lebreton,  bahwa sungai membawa 80-95% sampah plastic ke laut,  sekitar 95 persen  sampah plastik di laut berasal dari 10 sungai besar di dunia (8 sungai di Asia dan 2 di Afrika) dan satupun sungai tersebut tidak ada di Indonesia.

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close