BusinessEconomicInvestment

Induk KUD Gandeng Investor Asing Bangun Pembangkit Listrik Ramah Lingkungan

Dalam rangka mendukung Program Nawacita Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla di bidang kemandirian energi, Induk Koperasi Unit Desa (KUD) menggandeng investor asing, Controlnet International Inc dari Taiwan, membangun pembangkit listrik ramah lingkungan. Nilai investasinya sebesar Rp 13 triliun.

Untuk merealisasikan program tersebut, Induk KUD dan Controlnet International Inc menandatangani proyek ini untuk membangun pembangkit listrik ramah lingkungan di daerah-daerah pedesaan. Baik induk KUD maupun Controlnet International Inc sepakat membangun pembangkit listrik ramah lingkungan dengan sistim green microgrid.

“Proyek ini akan menyasar desa-desa di daerah terpencil di seluruh Indonesia. Tahap pertama akan kita bangun 1.000 unit dengan harapan dapat menciptakan pertumbuhan ekonomi sebesar USD20 miliar, ” ujar Ketua Umum Induk KUD Herman yosef loli Wutun dalam keterangannya kepada wartawan di Grha Induk KUD, kawasan Warung Buncit, Jakarta Selatan, Kamis (5/4).

Wutun menjelaskan, saat ini Induk KUD memiliki total 9.437 KUD dan 13,4 juta anggota, dengan total sekitar 65 juta orang atau 25 persen dari total penduduk Indonesia. Selain itu, lebih dari 50 persen KUD berlokasi di pulau atau di desa-desa terpencil sehingga membutuhkan listrik yang stabil dan ramah lingkungan untuk mengembangkan kekayaan sumber daya alam maupun kelautan, membuka lapangan kerja, meningkatkan pendapatan nelayan dan petani, dan untuk mempromosikan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

CEO Controlnet International Inc, Johnson Lee mengatakan, perusahaannya selaku mitra Induk KUD memiliki pengalaman dan keahlian pada bidang jaringan listrik konvensional lebih dari 30 tahun di banyak negara. Controlnet mengembangkan solusi microgrid energi ramah lingkungan skala besar yang efisien dan ramah lingkungan, khususnya untuk pulau-pulau atau daerah pedesaan terpencil.

“Controlnet menggunakan desain sistem yang canggih dan peralatan berkinerja unggul, memanfaatkan pembangkit energi ramah lingkungan melalui matahari, angin, biomassa, panas bumi dan solusi penyimpanan energi untuk menyediakan energi stabil dan andal yang 40 persen lebih rendah dalam biaya daripada pembangkit listrik diesel, serta menghasilkan energi ramah lingkungan yang bebas polusi selama 24 jam tanpa henti,” ujar Johnson.

Wutun mantan anggota MPR RI menambahkan, Induk KUD menandatangani perjanjian untuk membeli energi ramah lingkungan dari Controlnet International Inc. Harga beli listrik sekitar 40 persen lebih rendah dari harga tenaga diesel yang saat ini ada di pulau-pulau terpencil atau desa-desa terpencil.

menurutnya, pada tahap pertama, 1.000 unit pembangkit akan dikembangkan di pedesaan dan kepulauan terpencil Indonesia untuk memasok listrik langsung ke nelayan dan anggota koperasi. Listrik ini akan digunakan untuk mendirikan pabrik kelapa sawit skala kecil, gudang pendingin, pabrik pembuat es dan produksi industri lainnya. “Investasinya senilai USD1 miliar tersebut akan menciptakan lebih dari USD20 miliar nilai ekonomi untuk kawasan itu,” jelasnya.

Selain itu, pembangunan microgrid dari Induk KUD akan memanfaatkan standar mekanisme sertifikasi ISPBC yang dikembangkan International Self-Powered Building Council, yang memastikan kualitas dan pembangkit listrik yang berkelanjutan dan ramah lingkungan.

“Bulan Juli tahun ini kami berencana memulai proyek pembangkit listrik industri pertama bersama pabrik kelapa sawit skala kecil dan gudang pendingin, pabrik pembuat es di Bangka Selatan,” kata Wutun.

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close