Tourism

Industri Pariwisata di Palembang Kini Mulai Menggeliat

Sektor pariwisata di Palembang, Sumatera Selatan ikut terdampak Covid-19. Kondisi itu terjadi sejak Maret 2020 atau saat mulai mewabahnya virus ini di Palembang. Sejak itulah,  industri pariwisata di Palembang sulit untuk terus beroperasi, akibatnya pekerja di pariwisata pun harus dirumahkan.

Namun, kini industri pariwisata di Palembang mulai merasakan kebangkitannya setelah diterbitkannya kebijakan normal baru oleh Pemerintah setempat.  Setelah dikeluarkan kebijakan itu, tidak sedikit industri pariwisata seperti hotel yang sudah buka.

“Industri pariwisata seperti hotel, restoran, kafe, tempat hiburan, mulai buka kembali secara bertahap sejak Juli 2020, ” kata Ketua Gabungan Pengusaha Industri Pariwisata Indonesia (Gipi) Sumsel, Herlan Aspiudin di Palembang, Rabu (10/9/2020).

Berdasarkan evaluasi terhadap industri pariwisata di Sumsel yang sudah buka sejak Juli 2020 hingga kini kegiatan usaha berjalan cukup baik dan pendapatannya mengalami pergerakan naik meskipun belum sesuai harapan, ujarnya.

Untuk mendorong industri pariwisata terus bergeliat, pihaknya membuat program promosi dan potongan harga secara besar-besaran melalui “Sriwijaya Great Sale”.Melalui program promosi dan potongan harga hingga 50 persen untuk menginap di hotel, makan di restoran atau menyanyi di tempat karaoke diharapkan dapat menarik banyak orang liburan ke Palembang dan daerah lainnya, kata Herlan yang juga ketua PHRI Sumsel.

Herlan menjelaskan, ada prinsip kehati-hatian yang dilakukan industri perhotelan untuk membuka usahanya di era normal ini, sehingga tidak mengalami kerugian. Kehatian-kehatian yang dimaksud adalah mempertimbangkan dan mengatisipasi segala resiko yang dihadapi. Karena itu, yang paling utama adalah  menerapkan protokol kesehatan secara benar.

Hal tersebut diaminin pemilik Rumah Spa Tropikal Garden, Erin Pramika. Erin memembenarkan bahwa dirinya tidak gegabah untuk membuka usahanya. Erin tidak mau tempat usahanya menjadi klaster baru, karena itu Erin tetap menomer satukan protokol kesehatan  dalam menjalankan usahanya.

Setelah melakukan pertimbangan matang, konsulatasi dengan berbagai pihak , dan melihat perkembangan kegiatan usaha di era normal baru, diputuskan pada September ini mulai dibuka lagi kegiatan,” ujar Erlin.

Protokol kesehatan yang diterapkannya  antara lain yakni, mencuci tangan di pintu masuk, memakai masker, dan menjaga jarak ketika menunggu giliran pelayanan.

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close