Jacob Rebong: Badai Corona dan Ketakutan Kita

0
WhatsApp Image 2020-04-30 at 08.29.10 (2)

Seorang wartawan senior Jacob Rebong mengajak masyarakat untuk merenungkan kalimat bertuah yang ditulis penulis Perancis Alber Camus, yakni “In the depth of winter, I finally learned that there was in me  an invincible summe”.

Jacob menilai kalimat bertuah itu layak kita renungkan di tengah badai virus Corona. Ia pun mengartikan jika di dalam bahasa Indonesia kalimat itu, artinya  sebagai berikut “di    kedalaman musim dingin, saya akhirnya menemukan bahwa di dalam diri saya ada musim panas yang tak terkalahkan,” tulis Jacob.

Lebih lanjut Jacob menuliskan bahwa musim panas dan dingin dapat disimbolkan sebagai wujud emosi seseorang“’Winter’ adalah kesusahan atau penderitaan sedangkan ‘Summer’ adalah kebalikannya, kelegaan, suka cita,” sebut Jacob.

Jacob mengungkapkan  bahwa Cina dan Kores Selatan negara yang mengalami kemunculan gejala baru yang ditimbulkan di virus ini.

“  Corona sudah cukup lama. Cina dan Korea Selatan sempat diberitakan berhasil mengatasi badai itu, belakangan ini kembali diamuknya. Korsel, konon menghadapi gelombang baru Corona yang bahkan tanpa gejala dan umumnya dibawa kalangan muda usia. Negeri kita sendìri, seperti juga banyak negeri lain, belum jelas kapan titik puncak penderitaan ini,” kata Jacob.

Menurut Jacob, yang terpenting adalah seperti yang dituliskan Camus yakni “Sudahkah kita temukan ‘the invincible summer’ dalam diri masing-masing kita?

Corona menebar ketakutan. Yang masih sehat takut ketularan, yang sudah terjangkit takut kesakitan dan puncaknya, takut mati. Jadi yang kita cari adalah jaminan bahwa kita pasti selamat.

Camus sudah menemukan itu dalam dirinya. Dia manusia yang sama seperti kita. Maka ‘The invincible summer’ itu pasti ada dalam diri setiap kita,” tutup Jacob.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *