Headline NewsTransportation

Jelang Kenormalan Baru, PT MRT Jakarta Siapkan Kampanye BANGKIT

Memasuki fase pemulihan kenormalan baru (new normal), PT MRT Jakarta (Perseroda) menyiapkan dan mengenalkan kampanye #JAKARTABANGKIT. Kampanye ini mendorong penerapan budaya Bersih, Aman, Nyaman, Green, Kolaborasi, Inovasi, dan Tata Kelola yang Baik. Hal tersebut dikenalkan oleh Direktur Utama PT MRT Jakarta (Perseroda) William Sabandar beberapa waktu lalu.

“PT MRT Jakarta (Perseroda) memperkenalkan satu sistem protokol yang kita sebut BANGKIT. Protokol-protokol itu akan kita terapkan. Bersih maksudnya soal hygiene.  Di transportasi publik misalnya kereta yang dibersihkan tiga kali sehari lalu menyiapkan penyanitasi tangan di setiap stasiun,” jelas William.

“Aman maksudnya menyiapkan tes temperature tubuh serta edukasi tanpa henti di stasiun dan kereta. Nyaman merupakan hal paling penting karena memastikan pembatasan sosial (social distancing). Pengguna jasa harus merasa bahwa tidak akan terpapar virus COVID-19 bila menggunakan MRT Jakarta,” tambah ia. “Setiap kereta maksimal diisi oleh 60 orang dan kita akan siapkan marka (penanda) di stasiun dan di dalam kereta bagaimana melakukan antrean,” lanjutnya.

William juga menambahkan bahwa faktor ramah lingkungan adalah aspek kampanye berikutnya. “Green, maksudnya adalah walaupun sekarang orang menghindari transportasi publik, kita tetap ingin mendorong masyarakat untuk kembali ke transportasi publik agar mengurangi jejak karbon (carbon foot print),” jelas ia.

Menurut William, cara pelaksanaannya adalah dengan kolaborasi. “MRT Jakarta tidak bisa melakukan ini sendiri. Selain petugas, kami juga mengajak pengguna jasa dan pengelola gedung-gedung sepanjang jalur MRT Jakarta,” jelas ia. “Kita kenalkan dan mendorong waktu kerja yang fleksibel (flexible working hours) sehingga penumpukan penumpang tidak terjadi di jam sibuk biasanya yaitu pukul 7—9 atau 17.00—19.00. Dengan melebarkan sibuk tersebut, tidak terjadi penumpukan dan kepadatan penumpang,” ungkap William. Selain itu, PT MRT Jakarta (Perseroda) akan mendorong inovasi melalui berbagai teknologi seperti pembayaran nontunai atau penggunaan kode QR dalam melakukan pengetapan di pintu penumpang (passenger gate). “Semua hal tersebut di atas harus dilaksanakan dengan tata kelola yang baik, akuntabel, dan transparan,” pungkas ia.

PT MRT Jakarta (Perseroda) telah menerapkan komponen-komponen tersebut di atas seperti pembatasan jumlah penumpang per kereta, penyesuaian jadwal layanan, dan pengetatan protokol kesehatan. Hal tersebut akan terus dilaksanakan selama fase kenormalan baru dan adaptasi terhadap virus COVID-19. (Sumber PT. MRT Jakarta)

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close