BusinessDestinationEconomicTourismTransportationTravel

Jelang Libur Natal dan Tahun Baru, Kementerian Perhubungan akan Menurunkan Harga Tiket Pesawat

Jelang libur natal dan tahun baru, Kementerian Perhubungan akan menurunkan harga tiket pesawat. Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi menyatakan, masih tingginya harga tiket pesawat, disebabkan harga bahan bakar avtur masih tinggi, terutama di daerah Indonesia timur.

Dalam rapat dengar pendapat di Komisi 5 DPR senin siang Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyatakan pihaknya membuka opsi untuk membeli avtur selain dari Pertamina, hal ini dimungkinkan peraturan BPH Migas nomor1 3 tahun 2008  tentang pengaturan dan penyediaan serta pendistribusian bahan bakar minyak penerbangan di bandar udara.

pertamina pemasok avtur untuk maskapai nasional BPO avtur pertamina terdapat di 65 bandara baik domestik maupun internasional untuk keperluan transportasi natal dan tahun baru Menhub akan meminta kementerian BUMN dan pertamina menurunkan harga avtur yang meyakini menjadi penyebab tingginya harga tiket pesawat.

“kita akan upayakan ada tarif yang lebih terjangkau dan tarif terjangkau itu bisa dipenuhi apabila avtur nya yang harga lebih murah dan kami akan melakukan rapat dengan kementerian BUMN dan pertamina untuk rebalancing tentang harga yaitu udara “ Ungkap Budi Karya Sumadi Menteri perhubungan

Direktur Pemasaran Korporat, Pertamina, Basuki Trikora Putra, menuturkan pihaknya telah memenuhi standar internasional mengenai avtur. 81 persen avtur Pertamina didistribusikan untuk kebutuhan maskapai domestik. Sementara sisanya untuk maskapai internasional.

“Kami telah memenuhi seluruh standar internasional, karena bahan bakar avtur ini dipakai pesawat-pesawat dengan berbagai tipe produk. Dari persentase volume, 81 persen ke domestik dan 19 persen ke internasional,” tutur Basuki.

Basuki memaparkan, saat rapat dengan Komisi V DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, bahwa 31 persen volume avtur itu dipasok ke Garuda, 24 persen ke Lion Air, 9 persen ke Citilink, 8 persen ke Sriwijaya, serta sisanya ke maskapai domestik lainnya. Sementara untuk maskapai internasional, 12 persen untuk Qatar Airways.

“Secara regulasi, terbuka sesuai BPH Migas. Kepada siapa pun yang bisa memenuhi syarat BPH Migas untuk memasarkan avtur di Indonesia. Pertamina masih satu-satunya yang melayani seluruh pelanggan airlines di Indonesia,” imbuh Basuki.

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close