Headline News

Jessica Yo Ajak Generasi Remaja Untuk Tidak Takut Jadi Seorang Pemimpin

Seorang pemimpin kini tidak lagi identik bagi orang-orang yang usianya di atas 50, usia di bawah 50 pun sudah banyak yang menjadi pemimpin, bahkan di usia remaja juga ada yang menjadi leader, seperti yang dialami Jessica Yo.

Jessica Yo yang usianya baru remaja ini, sudah dipercayakan untuk menjabat sebagai Wakil Ketua Umum Hubungan Antar Lembaga Sobat Cyber Indonesia dan juga sebagai Dewan Smart Branding “Smart City Indonesia Program,  Tak hanya itu, wanita cantik ini juga pernah menjadi finalis di kontes pageants di antaranya Miss Internet Indonesia Jabar dan Mojang Wakil 1 Kabupaten Bandung.

Saat menjadi pembicara di program InspiraTalk For Woman yang ditayangkan EL JOHN TV, Jessica memberikan motivasi bagi generasi remaja bahwa seorang pemimpin bukan hanya melekat pada generasi Baby Boomers (1946-1964) maupun generasi X (1965-1980). Program ini dipandu oleh Host  Permata Tunjungsari (The John Maxwell Team Certified Coach dan Speaker & Trainer).

“Sebagai remaja di generasi milenial seperti ini tentu kita harus bisa menjadi seorang leaders jadi bukan hanya mengejar menjadi diri kita sendiri tapi harus bisa menjadi seorang pemimpin yang luar biasa dan tentunya bagaimana itu baik di bidang pekerjaanya atau politik atau bisa menjadi pemimpin di sebuah organisasi atau kelompok seperti itu,” kata Jesica

Jessica menngungkapkan tidak sedikit, kalangan remaja yang memiliki ide cemerlang yang dapat membawa perubahan pada suatu perusahaan maupun organisasi. Namun akan sia-sia, jika ide cemerlang tidak dibarengi dengan kepercayaan diri yang tinggi. Berani tampil dengan ide yang cemerlang merupakan tipikal orang yang sukses dan  pantas dijadikan sebagai seorang pemimpin.

“Dengan pemikiran-pemikiran juga yang sangat cemerlang very smart kita sebagai remaja harus bisa lebih berani percaya lagi untuk tampil dengan gagasan yang kita miliki dan tentunya supaya kenapa, supaya kita bisa menjadi anak milenial yang bisa di dengar oleh banyak orang tapi terkadang kita masih di anggap masih belum dewasa banyak orang yang meremehkan tapi jika kita bisa menunjukkan keterampilan yang kita miliki dengan karya-karya kita pun bisa di akui oleh banyak orang sebenarnya,” ungkap wanita yang akrab di sapa Jesi ini.

Hal itulah yang dilakukan Jesi sehingga dipercayakan sebagai seorang pemimpin. Waktu kecil, Jesi terus mengasah bakat di dunia tarik suara. Bakat itu terus diasah Jesi , melalui berbagai ajang lomba nyanyi sampai akhirnya bakat tersebut disalurkan Jesi untuk mencari uang, yakni menjadi penyanyi di event-event pernikahan.

Yang membuat Jesi termotivasi  sebagai penyanyi, adalah dukungan dari orangtua. Bagi Jesi dukungan orangtua sangat berarti untuk meraih impiannya. Yang membuat  Jesi  merasa sukses menjadi seorang penyanyi di saat diajak membuat rekaman oleh sebuah label musik.

“Sat Jesi duduk di bangku SMP,  jesi diberi kesempatan untuk membuat sebuah album sendiri album rohani yang di ambil oleh label music distara yang termasuk label music yang terkenal. Setaeah dari bernyanyi Jesi kembangkan potensi bakat jesi di DJ,” ungkap Jesi.

Jesi mengajak pada generasi remaja untuk menerapkan kedisiplinan, pasalnya kedisiplinan menjadi kunci untuk meraih kesuksesan. Jesi mengaku selalu menerapkan hidup disiplin,  seperti yang diamanatkan sang orang tua, karena dalam keluarganya ada yang menjadi seorang tentara.

Namun bagi Jesi, hidup disiplin bukan harus menjadi  seorang tentara, bukan tentara pun  wajib  menerapkan kedisipilinan dalam kehidupannya,  karena  manfaat hidup disiplin dapat dirasakan ke depannya, khususnya untuk karir.

“Kedua orang tua jesi menamkan 2 hal dari kecil dan ini menjadi pegangan hidup jesi selama ini, yang pertama kita harus disiplin dengan waktu karena waktu ada uang “time is money” dan orang tua jesi selalu bilang kalo waktu itu ada uang maka dari situ kita harus memanfaatkan waktu sebaik-baiknya karena kita harus respect terhadap waktu tersebut yang kita punya agar kenapa. Agar lebih positif dan produktif itu yang selalu orang tua ajarkan,” ujar Jesi.

“Dan yang kedua kita harus disiplin dalam apa yang kita kerjakan, kita harus benar-benar fokus, kata orang tua Jesi jangan menunda menunda pekerjaan karena kita harus lebih focus dan mau belajar karena tidak ada kata tidak bisa selagi kita ingin mencoba dan mau berusaha. Dan Jesi tanamkan dalam diri Jesi untuk tekun belajar memperdalamnya ilmu itu pengetahuan di dapatkan apabila kita berlatih dan belajar dengan berusaha jadi berusaha berkarya dan tentunya jangan lupa berdoa,” tambah Jesi.

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button