KADIN: Pemerintah Harus Genjot Ekspor dan Perhatikan Industri Hulu Untuk Kuatkan Rupiah

Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN) memberikan masukan kepada pemerintah untuk mengatasi melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat. Wakil Ketua Komite Tetap KADIN Bidang Industri Hulu dan Petrokimia, Achmad Widjaja mengatakan yang harus dilakukan Pemerintah adalah menggenjot ekspor . Jika ekspor dapat diperbanyak porsinya, tidak menutup kemungkinan nilai tukar rupah dapat stabil.
Untuk mengenjot ekspor itu, Pemerintah harus memberikan perhatian lebih kepada industri hulu. Pasalnya industi ini memiliki peran penting dalam menopang industi hilir. Contohnya industri hulu, seperti Petro Chemical, dapat membuat bahan baku yang dibutuhkan industri hilir. Namun akhir-akhir ini, bahan baku yang ada selalu didatangkan dari negara lain yang harganya begitu tinggi karena tergerusnya rupiah oleh dollar.
“Pemerintah harus memulai industri Hulu mulai dari sekarang holdingnya pemerintah. Supaya 2020 itu kita sudah mengurangi importasi yang terus menerus , supaya kita bisa ekspor, kata Achmad kepada puluhan awak media, di Hotel Gran Melia, Kuningan, Jakarta, Jumat, 20 Juli 2018.
Achmad khawatir industry hulu akan mati suri jika kran impor dibuka secara besar-besaran dan terus-menerus. Padahal jika bahan baku diolah oleh industry hulu dapat menghasilan dampak yang luar biasa bagi sektor terkiat, seperti sektor tenaga kerja.
“ Karena kita itu punya pola piker gampang impor bukannya ngolah. Padahal Indonesia kan harus ngolah yang dampaknya bagus seperti ketenagakerjaan kita itu lebih banyak menyerap tenaga kerja,” ujarnya.
Menurutnya, industri hulu membutuhkan investasi Pemerintah, karena dapat membantu operasional industri hulu dalam memproduksi bahan baku dan juga dapat menekan impor.
“Investasi kan duitnya APBN, duitnya anggaran atau konsorsium. Baru bisa menopang industri berikutnya dan menekan impor,” ungkapnya.
Kendati demikian, Achmad juga mengapresiasi Pemerintah yang membantu industri hulu , melalui pembangunan infrastruktur di daerah, seperti jalan tol, pelabuhan dan bandara. Banyaknya infrastruktur yang dibangun dapat memperlancar distribusi barang ke tempat tujuan.
“Untuk infrastrukur , saya apresiasi Pemerintah yang sudah banyak dibangun. Infrastruktur-infrastruktur yang dibangun itu dapat memperlancar pengiriman barang sehingga barang tidak mahal,” tambahnya
Seperti diketahui beberapa hari lalu, nilai rupiah terhadap dollar terus melemah hingga tembus ke angka Rp 14.525 hingaa Rp 14.550. Namun pada Senin pagi, 23 Juli 2018, nilai rupiah menguat meskipun belum stabil.
