CultureHeadline NewsPageants

Keceriaan Putri Yayasan EL JOHN Indonesia Keturunan Tionghoa Dalam Perayaan Imlek

Tahun Baru China atau Imlek  merupakan perayaan  penting bagi warga Tionghoa,  sebagai wujud rasa syukur   atas hasil  yang diraih di tahun sebelumnya dan juga   sebagai harapan datangnya kesejahteraan pada tahun-tahun yang akan datang.  Ada berbagai tradisi yang dilakukan warga keturunan Tionghoa  untuk merayakan Imlek, mulai dari bersembayang di  Klenteng, kumpul keluarga  dengan menyantap hidangan lezat khas Imlek hingga berwisata.

Tradisi-tradisi itu juga dilakukan para Putri Binaan Yayasan EL JOHN Indonesia keturunan Tionghoa saat merayakan Imlek. Miss Earth Indonesia Fire 2018 Vivian Jo misalnya,  selalu bersama keluarga menyiapkan berbagai kebutuhan untuk menyambut Imlek, seperti membersihkan rumah dan membeli pernak-pernik Imlek.

Wanita yang akrab disapa Vivi ini,  bersama orang tua dan saudara kandungnya tak pernah melewatkan acara kumpul bersama di rumah sang nenek saat perayaan Imlek.  “Di hari pertama Imlek, kita semua pergi ke rumah keluarga yang di tuakan, kalau dalam keluarga ku, nenek ku (dari papa). Jadi biasanya semua keluarga dari nenek datang ke rumah ku dan makan siang bersama, pesta  dan ada juga bagi-bagi angpao kepada yang belum menikah atau bagi-bagi  angpao dari anak ke orang tua mereka, terkadang ada main petasan juga,” kata Vivi  kepada Tim Liputan Travel Club.

Bagi Vivi, Imlek merupakan ajang untuk mempererat silaturahmi antar keluarga, karena hal tersebut sudah menjadi budaya yang mengakar bagi setiap  keturunan Tionghoa.  Bahkan  kumpul bersama keluarga merupakan momen yang paling ditunggu-tunggu Vivi saat Imlek tiba.

“Kebersamaan di hari imlek tidak tergantikan dimana semua keluarga dapat libur dan bisa berkumpul bersama-sama dengan keluarga besar,” ujar Vivi.

Hal senada juga dilontarkan Putri Binaan Yayasan EL JOHN Indonesia lainnya yang keturunan Tionghoa yakni Cindy Yuwono.  Putri Anti Narkoba Indonesia 2018 ini dan keluarga,   selalu berbagi keceriaan bersama saudara-saudara dari kedua orang tuanya saat perayaan Imlek.

“Biasanya perayaan malam tahun baru diadakan di rumah ku dan kami setiap keluarga membawa masakan yang dimasak dari rumah masing-masing (atau biasa disebut dengan potluck) disinilah saat yang paling ditunggu-tunggu karena setiap masakannya istimewa dan hanya bisa dirasakan pada saat besar tersebut,” kata Cindy

Sama dengan Vivian Jo, kegiatan kumpul bersama juga saat Imlek juga menjadi momen yang difavoritkan Cindy. “Kebersamaan di hari imlek tidak tergantikan di mana semua keluarga dapat libur dan bisa berkumpul bersama-sama dengan keluarga besar,”ungkap Wanita yang bekerja sebagai Marcomm Hotel ini.

Selain kumpul bersama keluarga tentu harapan dan doa dipanjatkan  Vivi dan Cindi saat perayaan Imlek. Mereka berdoa agar di tahun-tahun yang akan datang dapat memberikan kontribusi yang bermanfaat bagi bangsa dan negara

“Saya berharap untuk dapat berkarya lebih dan menjadi dampak positif bagi masyarakat. Selain itu, semoga semua keluarga bisa terus mengikuti dan menjalani budaya ini, karena ini menandakan kami keluarga besar sangat rukun dan baik satu sama lain, ” kata Vivi.

“saya berharap karir saya ini akan membawa saya ke peluang yang lebih baik di masa mendatang dan juga jenjang karir yang terus meningkat. sehingga saya boleh menjadi berkat bagi sekitar,” ungkap Cindy.

Vivi dan Cindy tak lupa mengucapkan terima kasih  kepada Pemerintah yang telah meliburkan hari Imlek sebagai libur nasional.  Hari libur nasional  ini.  menjadi penting karena dapat lebih memudahkan keturunan Tionghoa untuk merayakan Imlek.

Tahun Baru Imlek ditentukan berdasarkan peredaran Bulan dan dirayakan dari tanggal 1 hingga tanggal 15 (selama 2 minggu) pada bulan ke-1 dalam kalender China. Perayaan Tahun Baru Imlek kemudian ditutup dengan perayaan Cap Go Meh, persis di hari ke 15, yaitu saat Bulan Purnama.

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close