Sports

Kejurda Tenis Meja Piala Gubernur Jabar 2019 Diikuti 365 Atlet

Kejuaraan Daerah (Kejurda) Piala Gubernur 2019 dimulai dari Cabang Olahraga (Cabor) Tenis Meja yang digelar di GOR Tenis Meja, Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Kamis-Minggu (18-21/4/2019).

Kejuaraan tersebut diikuti 365 atlet di kategori tunggal putra dan putri serta 38 klub putra dab 17 klub putri di kategori beregu.

Sekretaris Umum Pengurus Provinsi (Pengprov) Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PTMSI) Jabar, Dikdik Ahmad Sadikin mengaku, jumlah peserta yang mengikuti kejuaraan, baik di nomor tunggal maupun beregu putra dan putri, jauh melebihi prediksi pihaknya.

Sebelumnya, dia memperkirakan nomor tunggal putra dan putri diikuti oleh sekitar 200 atlet. Sedangkan di nomor beregu putra dan putri, hanya diikuti sekitar 17 klub putra dan 8 klub putri.

” Dari sisi jumlah peserta, jauh diatas prediksi kami dan itu membuktikan jika pembinaan tenis meja di daerah-daerah sudah berkembang baik. Ini jadi sebuah keuntungan bagi kami sehingga bisa memiliki data base atlet maupun klub dari setiap kota/kabupaten yang lebih baik,” ujar Dikdik saat ditemui di  GOR Tenis Meja, Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Kamis (18/4/2019).

Kejuaraan Piala Gubernur 2019 yang diinisiasi Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Jabar, diakui Dikdik, sangat mendukung program kerja PTMSI Jabar yang salah satunya program sirkuit beregu. Kejuaraan Piala Gubernur kali ini pun masuk sebagai seri pertama sirkuit tenis meja beregu Jabar yang di tahun 2019 direncanakan digelar sebanyak tiga seri.

” Klub yang ikut serta di kejuaraan ini pun harus mendapatkan rekomendasi dari pengcab PTMSI kota/kabupaten masing-masing. Dengan pelaksanaan kejuaraan Piala Gubernur Jabar 2019 ini diharapkan bisa semakin meningkatkan gairah pembinaan tyenis meja di daerah sekaligus meningkatkan prestasi tenis meja Jabar,” tegasnya.

Ketua Pelaksana, Youseph menambahkan, pihaknya akan menerapkan sistem aturan baru dalam kejuaraan tenis meja Piala Gubernur 2019. Diantaranya sistem drawing atau pengundian klub serta sistem perankingan atlet.

” Kita mulai sistem ini di ajang Piala Gubernur dana akan diterapkan di even kejuaraan selanjutnya. Dengan sistem ini, kita berharap bisa meningkatkan prestasi atlet sekaligus kita memiliki rangking atlet tenis meja yang dihasilkan dari beberapa even berjenjang tingkat Jabar,” ujar Youseph.

Pada kejuaraan tenis meja Piala Gubernur 2019, lanjutnya, pihaknya pun melakukan pembatasan usai atlet khusus di nomor tunggal. Baik putra maupun putri.

” Untuk kategori tunggal putra maupun putri, atlet yang bertanding maksimal berusia 25 tahun. Sedangkan untuk nomor beregu, karena masuk sebagai ajang sirkuit, kita tidak melakukan pembatasan usia,” pungkasnya.

 

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close