Headline NewsInvestmentTourism

KEK Pariwisata Sungailiat Tawarkan Kemudahan Untuk Para Investor

Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata Sungailiat, di kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung,  kini tinggal menunggu diterbitkannya Peraturan Pemerintah oleh Presiden Jokowi. Diharapkan ditahun ini PP tersebut sudah dapat dikeluarkan,  sehingga KEK tersebut dapat dioperasikan.

Target investasi untuk KEK ini mencapai 5,3 triliun rupiah hingga 15 tahun ke depan , setelah Pemerintah resmi menetapkan Sungailiat  sebagai KEK Pariwisata.

Salah satu pengusul KEK Pariwisata Thomas  Jusman menjelaskan Badan Pengelola Kawasan bertanggung jawab untuk menyediakan infrastruktur kawasan dengan total investasi mencapai Rp600 miliar. Nilai investasi itu merupakan bagian dari target investasi sebesar rp5,3 triliun.

“Begitu PP-nya ditetapkan, maka Badan Pengelola itu yang paling utama adalah mengelola kawasan. Untuk mengelola kawasan harus menyediakan infrastruktur kawasan dan itu di 15 tahun itu investasi yang masuk sekitar 5,3 T, tetapi untuk kawasan sendiri 600 miliar. Dan yang 600 miliar inilah yang harus kita siapkan,  dengan sekian waktu dalam program 15 tahun mana yang harus kita kerjakan dulu,” kata Thomas saat menjadi pembicara dalam program Indonesia Tourism Forum yang disiarkan oleh EL JOHN TV, dipandu oleh CEO PT EL JOHN Star Vision Johnnie Sugiarto.

Menurut Thomas,  ada empat kemudahan yang didapat para  investor yang  ingin menanamkan modalnya di KEK Pariwisata Sungailiat, pertama adalah birokrasi perizinan tidak berbelit-belit. Dipastikan izin untuk mendirikan usaha akan kelar dengan cepat.

“Birokrasinya jauh lebih ringkas, karena di kawasan ekonomi khusus dikelola oleh badan pengelola dan itu sangat disukai investor. Investor tidak suka yang berbelit-belit. Lahan sudah clear, lokasinya jelas,” ujar Ketua Kadin Bangka Belitung ini.

Kemudian yang kedua, adalah infrastruktur yang memadai. Untuk infrastruktur di luar kawasan menjadi tanggung jawab Pemerintah, sedangkan untuk infrastruktur di dalam kawasan menjadi ranah Badan Pengelola.

“Tentunya tidak hanya jalan akses ke kawasan, otomatis kawasan tersebut juga harus berbenah dengan infrastruktur penunjang lainnya. Pelabuhan harus dibenahi. Jadi tentunya banyak insentif yang kita dapatkan dalam bentuk infrastruktur,” ungkap Thomas.

Kemudahan berikutnya yang didapat investor yakni adanya insentif untuk pajak. Investor akan merasakan  keringanan membayar pajak, seperti pajak impor dan PPN. Belum lagi keringanan untuk pajak daerah yang dikeluarkan Pemerintah setempat.

“Yang ke-empat yang paling penting, yang dirasakan perjuangannya adalah promosi, pariwisata itu tidak bisa kita mempromosikan sendirian. Dan dengan kawasan ekonomi khusus berarti, branding dan promosi kawasan itu, Pemerintah  ikut andil, ikut memperjuangkan karena ditetapkan sebagai kawasan ekonomi khusus oleh PP (Peraturan Pemerintah). Saya kira itu benefit yang luar biasa, dan saya kira ini yang perlu selama ini,” tutur Dirut PT. Timur Pantai Sungailiat in

Selain kemudahan, Thomas memastikan ada beberapa fasilitas lain yang didapat investor seperti listrik.  Kini persyaratan untuk listrik sudah dipenuhi oleh Badan Pengelola dan dapat digunakan untuk usaha-usaha pariwisata.

“Jadi dengan investasi tersebut kami masih membutuhkan 5,5 mega watt dari PLN. Dan terus terang itu, menjadi persyaratan. Jadi ngurus KEK itu perlu dukungan-dukungan dari semua instansi yang diperlukan. Jadi dari Telkom, PDAM, dari PLN, dari Pemkabnya sendiri. Jadi itu salah satu syarat. Kalau syaratnya sudah dipenuhi baru KEKnya bisa diproses lebih lanjut. Dan kita sudah penuhi persyaratan itu,” kata Thomas

Thomas optimis kehadiran KEK Pariwisata Sungailiat ini dapat mendongkrat Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan kesejahteraan masyarakat.

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close