Headline NewsTourism

Kembali Tampil di MATA Fair 2019, Astari dan Astira Bikin Booth Indonesia Berwarna

Tak ada kata lelah bagi Miss Tourism International 2018 Astari Indah Vernideani untuk mempromosikan pariwisata Indonesia di kanca internasional. Bahkan, gelarnya sebagai Miss Tourism International 2018 yang dalam waktu dekat ini akan dilanjutkan ke generasi berikutnya, wanita yang juga menyandang Putri Pariwisata Indonesia 2018 ini, tetap eksis membantu Kementerian Pariwisata memperkenalkan pariwisata Indonesia ke belahan benua.

Hal itu, dibuktikan kehadiran Astari di MATTA Fair 2019, di Kuala Lumpur, Malaysia. Di pameran pariwisata yang digelar 6 – 8 September 2019 ini, Astari bersama Kemenpar, mempromosikan destinasi unggulan Indonesia kepada masyarakat Malaysia maupun warga asing yang ada negeri Jiran. Apalagi, MATTA Fair menjadi pameran yang kesekian kali diikuti dua wanita jebolan LSPR ini.

Astari tak sendirian dalam menjalankan tugasnya, ada saudara kembar Astari yang juga ikut mempromosikan pariwisata Indonesia di pameran ini, yakni Astira Intan Vernadeina. Seperti diketahui, Astira merupakan 1st runner up Miss Eco International 2018. Bagi Astari dan Astira, Malaysia merupakan negara yang sangat dikenalnya, kerena kedua wanita sudah bolak balik ke Malaysia mengikuti event-event pariwisata.

“Kita cukup senang booth Wonderful Indonesia kedatangan dua sosok kembar ini. Kebanggaan tak terhingga juga bagi mereka bisa kembali berpartisipasi di sini. Khususnya untuk mempromosikan pariwisata Indonesia. Mereka selalu siap berkontribusi aktif, dan yang pasti tidak akan pernah lelah untuk mempromosikannya,” papar Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Kementerian Pariwisata Rizki Handayani, belum lama ini.

Tampil bersama Kemenpar, keduanya begitu dinamis berkolaborasi. Berbagai keunggulan seni budaya, kearifan lokal, hingga destinasi yang menarik dijelaskan kepada para pengunjung. Apalagi wajah keduanya tidak asing bagi masyarakat Malaysia. Terlebih Astari. Sebab, ia menyabet gelar Miss Tourism Internasional-nya di Malaysia pada bulan Desember 2018. Mereka pun sering mempromosikan Indonesia untuk market Malaysia.

“Bagi keduanya, mempromosikan pariwisata Indonesia bukanlah kali pertama. Astari dan Astira sering dipilih Kemenpar dalam berbagai event dunia. Sebut saja ajang pameran terbesar dunia FITUR Madrid, ajang IMF 2018 serta ajang bergengsi lainnya. Mereka sudah terbiasa berkolaborasi, bahkan semakin percaya diri jika ditugaskan bersama,” ujar Rizki lagi.

Karena masyarakat Malaysia sudah akrab dengan wajah mereka berdua, Rizki menilai tidak sulit untuk membuat calon wisatawan datang ke Indonesia.

“Dari awalnya mengajak berfoto selfi, vlog, sampai akhirnya menggali segala potensi pariwisata kita. Kemenpar mengajak keduanya untuk meng-endorse Wonderful Indonesia secara maksimal,” papar wanita yang akrab disapa Kiki itu.

Selain kedua endorser tersebut, pada event MATTA Fair 2019 itu Kemenpar juga memboyong 31 industri pariwisata Indonesia yang terdiri dari TA/TO, Hotel, dan Atraksi Wisata. Mereka mewakili destinasi dari 11 provinsi yaitu Kepri, Sumut, Sumbar, Sumsel, Jakarta, Jabar, Yogyakarta, Jatim, Bali, NTB, dan Kalsel.

Semua telah siap dengan paket-paket wisata untuk ditawarkan kepada para buyers/customers. Juga menjalin kerjasama dengan Travel Agent/Tour Operator lokal Malaysia. Mereka tidak hanya menjual paket wisata dari destinasi asalnya saja, namun juga destinasi-destinasi lain yang cocok dengan wisman Malaysia.
Pada MATTA Fair 2019 ini, Kemenpar menitik beratkan kepada destinasi super prioritas yaitu Danau Toba, Borobudur, Mandalika, dan Labuan Bajo. Apalagi sudah ada direct flight dari Kuala Lumpur ke Silangit, Jogja, dan juga Lombok.

Bagi Menteri Pariwisaya Arief Yahya, kehadiran Astari Indah Vernideani serta Astira Intan Vernadeina menjadi supplement penting bagi Wonderful Indonesia. Mereka sudah sangat menguasai pruduk-produk unggulan yang dipasarkan. Termasuk nama besar mereka yang juga menjadi pendorong para calon wisatawan datang.

“Selama ini sudah terbukti kehadiran mereka menjadi endorser yang sangat baik. Bahkan mereka terus gencar mempromosikan pariwisata Indonesia di media sosial. Maka dari itu Kemenpar kembali menghadirkan mereka pada event MATTA Fair Kuala Lumpur September 2019 ini. Jika semua berperan aktif, tentunya pariwisata Indonesia akan semakin mendunia,” ujar Mantan Dirut PT Telkom itu.

Ia menambahkan, MATTA Fair Kuala Lumpur merupakan momentum yang paling potensial untuk menjaring lebih banyak wisatawan. Pada tahun 2019, Kemenpar menargetkan mampu menjaring wisman Malaysia sebesar 3,4 juta orang yang mana pada tahun 2018 wisman Malaysia sebanyak 2.501.594 kunjungan.

Malaysia merupakan fokus pasar ke-1 dengan target wisman terbesar yaitu 3.4 juta pengunjung (17%) dari total target 20 juta kunjungan dari seluruh pasar mancanegara. Berdasarkan Berita Resmi Statistik (BRS) dari Badan Pusat Statistik (BPS), wisatawan mancanegara MALAYSIA yang berkunjung ke Indonesia pada periode Januari-Juli 2019 masih bertahan menduduki peringkat pertama dengan capaian 1,84 juta (kontribusi sebesar 20%) dari total capaian wisman dari seluruh dunia yang sebesar 9,31 juta kunjungan, atau tumbuh 23,74% dari capaian periode yang sama pada tahun 2018 lalu.

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close