Kemen PPPA Tegaskan Komitmen Dalam Menangani Kasus Bullying di SMA Serpong

0

Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) telah menegaskan komitmennya untuk mengawal dan memantau perkembangan kasus kekerasan fisik, khususnya perundungan, yang terjadi di salah satu Sekolah Menengah Atas (SMA) di Serpong, Tangerang Selatan.

Kejadian tersebut menyebabkan seorang siswa harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit. Plh. Deputi Bidang Perlindungan Khusus Anak Kemen PPPA, Rini Handayani, menegaskan kesiapan pihaknya untuk memberikan bantuan pendampingan psikososial dan hukum bagi korban dan keluarganya.

Rini menyatakan bahwa aksi perundungan yang dilakukan oleh sekelompok pelajar kelas 12 SMA terjadi di warung belakang sekolah, mengakibatkan seorang siswa kelas 11 menjadi korban.

“Tindakan tersebut meliputi pemukulan, penendangan, pengikatan, hingga pengancaman, dan dilakukan secara bergantian oleh sekelompok pelajar tersebut. Awal mula pengungkapan kasus ini berawal dari unggahan di media sosial yang kemudian menjadi viral setelah diketahui salah satu terduga terlapor memiliki hubungan dengan publik figure,” ujar Rini dalam keterangannya, beberapa waktu lalu.

Setelah menjalani perawatan intensif, korban kini telah kembali pulang ke rumah. Namun, untuk memastikan pemulihan yang optimal, pihak Kemen PPPA telah mengadakan pemeriksaan psikologis dan menyediakan pendampingan intensif.

“Kasus ini tidak hanya menjadi perhatian masyarakat, tetapi juga Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Bintang Puspayoga,” tutur Rini.

Pihak Kemen PPPA juga mengingatkan akan pentingnya pengawasan dan perhatian orang tua terhadap sikap dan perilaku anak, serta lingkungan sekitarnya. Komunikasi terbuka dengan anak dan pola pengasuhan positif dianggap kunci dalam pencegahan perilaku negatif.

“Selain itu, masyarakat diimbau untuk tidak menyebarluaskan foto atau video yang melibatkan korban maupun terduga terlapor, terutama yang memperlihatkan tindakan perundungan,” lanjut Rini.

Rini juga mengajak masyarakat untuk melapor kepada pihak berwajib jika mengetahui atau mengalami kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di sekitarnya. Dengan langkah berani melapor, diharapkan dapat mencegah terulangnya kasus serupa di masa mendatang.

Kemen PPPA mendorong masyarakat untuk melaporkan segala bentuk kekerasan kepada SAPA 129 Kemen PPPA melalui hotline 129 atau WhatsApp 08111-129-129, atau melalui polisi setempat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *