BusinessDestinationEconomicHeadline NewsInvestmentTourism

Kemenko Kemaritiman Tawarkan Investasi Pariwisata Bahari ke Maroko

 

Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman menawarkan investasi di sektor pariwisata bahari   kepada Maroko. Penawaran ini dilakukan saat Deputi Bidang Koordinasi Sumber Daya Alam (SDA) dan Jasa, Kementerian  Koordinator bidang Kemaritiman melakukan kunjungan kerja, guna jajaki kerja sama bilateral antara kedua negara (Indonesia – Maroko). Sejumlah rangkaian pertemuan telah diselenggarakan dengan beberapa kementerian kerajaan Maroko dalam rangka membahas kerja sama yang akan dibangun di berbagai sektor salah satunya sektor pariwisata.

Mempromosikan investasi pariwisata ke pada negara lain merupakan amanat Presiden dan saat ini Kementerian Pariwisata dan kementerian terkait gencar melakukan promosi tersebut. Untuk pariwisata bahari, Deputi II, Bidang Koordinasi SDA dan Jasa, Agung Kuswandono  mengatakan investasi pariwisata bahari sangat penting untuk ditawarkan kepada investor asing, mengingat saat ini  wisata bahari baru mengcover sekitar 4% dari total pariwisata Indonesia. Padahal, tambahnya, Indonesia adalah negara maritim yang memiliki beragam kekayaan alam, budaya, suku, dan adat istiadat.

“Seharusnya, wisata dari sektor maritim mempunyai kontribusi yang besar di Indonesia. Untuk itu, saya mendiskusikan tentang pembangunan marina salah satunya. Kita memerlukan banyak marina di Indonesia.  Tapi saat ini baru ada sekitar empat saja yang representatif. Jadi bisa dibayangkan, negara sebesar Indonesia yang jumlah pulaunya hingga ribuan, tapi jumlah marina yang bisa diandalkan baru ada empat. Tentunya, ini merupakan objek investasi yang luar biasa,” kata Agung di Maroko, Kamis, 9 November 2017 yang dituangkan ke dalam siaran pers.

Agung menjelaskan secara detail kepada Kementerian terkait kerajaan Maroko soal invetasi sektor pariwisata ini. Menurut Agung  sektor pariwisata di Indonesia, dapat dibangun kawasan pariwisata bahari, halal, sejarah, kuliner, dan lainnya.  Semua ini akan kita kerjasamakan dengan pihak Kerajaan Maroko.

Pada kunjungan ke kerajaan Maroko kali ini,  Agung mengaku pihaknya juga akan mempromosikan pariwisata Indonesia kepada masyarakat Maroko dan sekitarnya. Ia menginginkan masyarakat Maroko berbondong-bondong datang ke Indonesia, karena Indonesia mempunyai latar belakang religi yang relatif sama.

“Saat ini Indonesia sudah mempunyai trayek khusus untuk menuju ke Maroko. Kita minta juga masyarakat Maroko bisa datang berbondong-bondong ke Indonesia karena kita mempunyai background religi yang relatif sama,” ungkapnya.

Untuk itu, Agung mengatakan kerja sama seperti ini sangat diperlukan, mengingat target wisatawan asing di tahun 2019 mencapai 20 juta wisatawan manca negara. Oleh karena itu, dengan mempromosikan pariwisata Indonesia ke negara-negara lain seperti ini, diharapkan bisa memiliki nilai tambah.

“Jadi banyak hal yang kita ingin kerjasamakan, baik dari sisi investasi maupun pengembangan pariwisata itu sendiri,” tambahnya.

Selain soal pariwisata, dalam pertemuan tersebut juga dibahas soal kerjasama bidang energi dan perikanan.

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button