BusinessDestination

Kemenpar Akan Menggelar Famtrip Untuk TTAA Dengan Tujuan Destinasi Agrowisata

Kementerian Pariwisata (Kemenpar) yang dinakhodai Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya akan menyelenggarakan familiarization trip (famtrip) bagi TTAA (Thai Travel Agents Associations) atau asosiasi travel agents Thailand  yang akan dibawa ke destinasi Bali, Bromo, Bandung dan Batu Malang. Destinasi yang akan diperkenalkan terdapat destinasi agrowisata sangat indah.

Dipilihnya destinasi yang mewakili agrowisata dikarenakan TTAA memiliki rencana terkait melakukan incentive trip dan akan mendatangkan 6000 wisatawan mancanegara (Wisman) Thailand yang bergerak di bidang agrobisnis ditahun 2018.

“Kegiatan Famtrip akan dilaksanakan pada tanggal 10-14 Juli 2017 di Bali dan 17 – 22 Juli 2017 di Bandung-Bromo-Malang. Rangkaian kegiatan yang akan dilaksanakan selama kegiatan famtrip adalah site visit, hotel inspection, dan networking dengan travel agent lokal yang bekerjasama dengan ASITA,” ujar Deputi Pemasaran Mancanegara Kemenpar I Gde Pitana bersam dengan Asisten Deputi Pasar Asia Tenggara Rizki Handayani pada Sabtu 8 Juli 2017.

Pitana berujar bahwa kegiatan ini dilakukan untuk memperkenalkan destinasi wisata yang sudah dikenal keindahan agrowisatanya seperti Bali, Bandung, dan Jawa Timur (Malang) serta untuk mempengaruhi pengambil keputusan agar mereka mau melakukan incentive tour ke Indonesia.

“Memperkenalkan destinasi wisata Indonesia sehingga layak menjadi destinasi incentive trip yang aman dan nyaman untuk dikunjungi. Selain itu meningkatkan kerjasama pariwisata antara travel agent Thailand dengan travel agent Indonesia,” kata Pitana.

Untuk kegiatan famtrip sendiri rencananya akan dilakukan di Tegalalang Rice Village, Kintamani, Batur and Penelokan villages, Uluwatu, Tanah Lot, Kawah Putih Ciwidey, Bromo, dan Kusuma Agrowisata Batu. Rizki Handayani yang kerap disapa Kiki tersebut menambahkan bahwa menyasar ke Thailand sangatlah berpotensial, oleh karena itu harus dilakukan peningkatan promosi wisata Indonesia di Thailand untuk menjaring wisman warga Thailand serta wisman negara lainnya yang tengah berwisata di Thailand.

Kiki mengatakan bahwa kunjungan 20 operator tur asal Thailand tersebut dalam rangka pengenalan dan mendorong wisata MICE (meeting, incentive, convention, exhibition). Hal itu juga terkait dengan rencana kedatangan 6.000 petani Thailand ke Indonesia pada tahun depan guna meninjau dan mempelajari pertanian di Indonesia.

“Itu kan semacam incentive trip yang selama ini kurang dioptimalkan. Mereka tertarik untuk melihat destinasi baru, seperti agrowisata. Orang Thailand kan suka makan salak dan Yogyakarta punya komoditas itu,” ujarnya.

Kiki melihat bahwa statistik angka kunjungan wisman asal Thailand meningkat. Di Januari 2017, tercatat kunjungan wisman Thailand sebanyak 5.885, lalu naik menjadi 6.332 pada Februari, dan kembali meningkat pada Maret dan April, yaitu masingmasing sebanyak 7.382 dan 12.142 kunjungan. Upaya mengoptimalkan kunjungan wisman dari Thailand itu diharapkan dapat mengimbangi angka kunjungan wisman asal Singapura dan Malaysia yang dalam beberapa bulan terakhir agak menurun.

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button