BusinessTechnology

Kemenperin Ajak IKM Komponen Otomotif Manfaatkan Teknologi 4.0

Kementerian Perindustrian mengajak pelaku industri kecil dan menengah (IKM) sektor komponen otomotif untuk lebih mengenal dan memanfaatkan teknologi digital dalam upaya meningkatkan produktivitas dan kualitas secara lebih efisien. Apalagi, berdasarkan peta jalan Making Indonesia 4.0, industri otomotif sebagai salah satu sektor yang akan menjadi pionir dalam penerapan industri 4.0.

“Untuk itu, kami menyelenggarakan program pembinaan dan pengembangan sumber daya manusia (SDM) yang kompeten serta pemanfaatan teknologi terkini bagi pelaku IKM komponen otomotif. Tujuannya untuk meningkatkan daya saing mereka baik di kancah domestik maupun global,” kata Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka (IKMA) Kemenperin Gati Wibawaningsih di Jakarta, Selasa (14/5).

Menurut Gati, kegiatan lokakarya ini merupakan upaya konkret Kemenperin dalam mendongkrak kemampuan IKM komponen otomotif khususnya dalam kesiapan memasuki era industri 4.0. Selain itu, IKM komponen otomotif dalam negeri berperan penting terhadap rantai pasok untuk memenuhi kebutuhan produsen skala besar di Tanah Air dan pengoptimalan pada kandungan lokal.

Keberadaan IKM komponen otomotif sebagai pemasok yang memproduksi komponen maupun aksesoris kendaraan, dinilai perlu memenuhi standar kualitas Agen Pemegang Merek (APM). “IKM kita juga saat ini telah membuktikan kemampuannya dalam berinovasi dan melakukan pengembangan produk untuk dapat diserap APM,” imbuhnya

Kemenperin mencatat, pada tahun 2018, produksi kendaraan roda empat atau lebih dari industri otomotif di Indonesia telah mencapai angka 1,34 juta unit, dengan total unit penjualan di dalam negeri sebesar 1,15 juta unit.

“Agar industri otomotif kita semakin kompetitif, maka tingkat komponen dalam negeri perlu ditingkatkan. Hal ini akan membuka peluang lebih luas bagi IKM untuk mengisinya, terlebih apabila didukung dengan peningkatan produktivitas melalui implementasi industri 4.0 dalam menunjang proses produksi,” tuturnya.

Gati berharap, melalui lokakarya ini, pelaku IKM nasional dapat memperoleh pemahaman terkait konsep industri 4.0 dan juga memperoleh informasi terbaru mengenai kondisi industri 4.0 di Indonesia. Apalagi, saat ini beberapa aplikasi industri 4.0 memungkinkan untuk diterapkan oleh pelaku IKM sekaligus melakukan self-assessment atas kesiapannya menyongsong industri 4.0.

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close