Kementerian PUPR Akan Bangun Ruang Publik di 4 Destinasi Prioritas
Pemerintah sepakat untuk mempercepat pengembangkan 10 destinasi prioritas atau yang dikenal dengan 10 Bali baru. Namun dari 10 destinasi, ada 4 destinasi yang diprioritaskan yakni Danau Toba, Borobudur, Mandalika dan Labuan Bajo. Kesepakatan ini tertuang saat Presiden Jokowi memimpin rapat terbatas bahas 10 destinasi prioritas di Istana Bogor, Jawa Barat beberapa waktu lalu.
Terkait hal ini, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) siap menjalankan fungsi untuk membantu pengembangkan pariwisata nasional. Untuk empat destinasi yang difokuskan tersebut, Kementeria PUPR bukan hanya membangun infrastruktur, tetapi ruang-ruang publik juga dikedepankan untuk dibangun.
“Kami akan fokus dulu melakukan penataan pada 4 destinasi tersebut. Kami akan buat Master Plannya,” kata Menteri Basuki dikutip dari Keterangan Resmi, Senin, 20 November 2017.
Basuki menjelaskan ruang publik yang akan dibangun itu, meliputi rest area, parkir, dan pedestrian. Bukan hanya itu kawasan produktif pariwista seperti cafe restoran dan lokasi penjualan cinderamata juga ikut ditata. Penataan ini dilakukan sesuai dengan konsep masing-masing empat destinasi wisata tersebut.
Untuk infrastruktur yang akan dibangun diantaranya akses menuju lokasi wisata, jalan di lokasi wisata, air baku, sanitasi, drainase, hingga persampahan.
Sementara itu Kepala Badan Pengembangan Infrastruktur Wilayah Rido Matari Ichwan mengatakan, dukungan yang diberikan Kementerian PUPR memang tak hanya sebatas penyediaan infrastruktur, namun juga mendorong industri pariwisata nasional.
“Pada 4 destinasi wisata tersebut, Kementerian PUPR akan membangun area usaha bagi masyarakat. Kami juga akan membangun homestay percontohan dengan desain mengusung budaya dan kearifan lokal. Desainnya dihasilkan melalui sayembara yang diselenggarakan Kementerian Pariwisata,” kata Kepala BPIW Rido Matari Ichwan, beberapa waktu lalu.
Kementerian PUPR dan Bank Dunia sejak tahun 2015 telah merintis kerjasama pengembangan Indonesia Tourism Development Program (ITDP). Melalui kerjasama ini, dilakukan percepatan pada tiga destinasi prioritas yakni Danau Toba, Borobudur dan Mandalika.
Bank Dunia memberikan pinjaman senilai US$ 300 juta yang digunakan untuk penyusunan Penyusunan Rencana Induk Pariwisata (Integrated Tourism Master Plan/ITMP) senilai US$6 juta dan pembangunan fisik dan pengembangan sumber daya manusia senilai US$294 juta.
“Lelang penyusunan ITMP sudah dilakukan dan kini menunggu non objection letter dari Bank Dunia untuk penetapan pemenang,” katanya.
