EconomicHeadline News

Kementerian PUPR Siapkan Rp2,6 Triliun Bangun 6.873 Unit Rusun

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR),akan menggelontorkan dana sebesarRp2,6 triliun untuk membangun 6.873 unit rumah susun (rusun) pada tahun ini. Selain rusun, Kementerian PUPR juga akan membangun 2.130 unit rumah khusus (rusus) dengan anggaran sebesar Rp551 miliar. Pembangunan rusun dan rusus tersebut merupakan bagian dari Program Satu Juta Rumah.

Rusus merupakan rumah khusus untuk nelayan, masyarakat perbatasan dan korban bencana selama 4 tahun (2015-2018) telah terbangun sebanyak 22.358 unit.

“Alokasi tersebut merupakan bagian dari total anggaran Ditjen Penyediaan Perumahan Rp 7,82 triliun. Pada tahun 2019 juga akan dibangun 6.873 unit satuan Rusun dengan alokasi dana Rp 2,6 triliun,” kata Direktur Jenderal Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR Khalawi AH saat jumpa pers di kantor Kementerian PUPR, Jumat (8/3/2019).

Bukan hanya rusun dan rusus, Kementerian PUPR juga akan memfokuskan kelanjutan program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) atau yang dikenal dengan istilah bedah rumah. Selama empat tahun terakhir, program BSPS telah mempercantik rumah yang sebelumnya dalam kondisi memperihatinkan, sebanyak 494.169 unit.

Kementerian PUPR memasang target, program BSPS untuk tahun 2019 dapat mencapai 206.500 unit rumah tidak layak huni melalui dua kegiatan yakni peningkatan kualitas rumah sebanyak 198.500 unit dan pembangunan baru 8.000 unit. Total anggaran program rumah swadaya dalam APBN 2019 sebesar Rp 4,28 Triliun.

“Rumah swadaya merupakan prioritas utama tahun ini. Sebab, program rumah swadaya terbukti langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat kecil, khususnya di pedesaan,” ujar Khalawi.

Khalawi menambahkan, Kementerian PUPR pada tahun 2019 juga mengalokasikan anggaran untuk bantuan Prasarana Sarana Utilitas (PSU) berupa jalan lingkungan, tempat pengelolaan sampah terpadu serta sistem air bersih yang baik diharapkan mampu membuat masyarakat lebih nyaman tinggal di rumah bersubsidi pemerintah.

“Pada tahun 2019, alokasi anggaran untuk PSU sebesar Rp 123 miliar untuk 13.000 unit rumah bersubsidi di seluruh Indonesia,” tuturnya.

Selain pembangunan rumah, pemerintah juga menyalurkan sejumlah skema subsidi untuk meningkatkan kemampuan MBR memiliki rumah, yakni KPR Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP), Subsidi Selisih Bunga Kredit Perumahan (SSB), Subsidi Bantuan Uang Muka (SBUM) dan Bantuan Pembiayaan Perumahan Berbasis Tabungan (BP2BT).

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close