Kenali Apa Itu Penyakit Phobia dan Cara Mengobatinya

0
Untitled. 1

Phobia sering sekali kita dengar istilah tersebut, yakni suatu penyakit yang mengalami ketakutan secara terus menerus. Bahkan istilah tersebut kerap digunakan sebagai bahan ledekan jika ada seseorang yang mengalami ketakutan padahal ketakutan hanya sesaat. Karena itu, penting untuk mengetahui penyakit yang satu ini.

Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa,  dr. Lucky Saputra, SpKJ, MKes menjelaskan yang sebenarnya apa itu phobia. “Phobia sendiri itu adalah suatu perasaan takut, yang extrem atau berlebihan yang menetap dan tidak masuk akal terhadap sesuatu bisa sebagai objeknya itu yang spesifik atau keadaan maupun situasi tertentu. Phobia ini berasal dari bahasa Yunani, dari kata Phogos yang artinya ketakutan,” kata dokter Lucky saat menjadi narasumber dalam program EL JOHN Medical yang ditayangkan di EL JOHN TV. Program ini dipandu oleh Miss Earth Indonesia 2019 Cinthia Kusuma Rani.

Dokter Lucky ada beberapa jenis phobia yakni Agoraphobia. Jenis phobia ini membuat orang merasa takut yang berlebihan  pada tempat atau situasi yang membuat penderitanya merasa panik, terperangkap, tidak berdaya, atau malu. Umumnya, agoraphobia timbul ketika penderitanya bepergian atau berada di tempat-tempat publik, terutama yang ramai.

Jenis yang lainnya yaitu Acrophobia atau phobia ketinggian. Orang yang mengalami penyakit jenis phobia ini akan mengalami takut sekali dengan ketinggian. Rasa takut yang dialami penderita fobia ketinggian dapat menimbulkan beberapa gejala, seperti kecemasan, stres, atau panik, saat berada di tempat tinggi.

Kemudian ada Aerophobia, orang yang mengalami jenis phobia ini merupakan orang-orang yang takut melakukan penerbangan. Si penderita akan  merasa takut, baik dalam waktu sesaat ataupun dalam waktu yang lama ketika menaiki pesawat. Seseorang yang menderita aerophobia umumnya akan menghindari bepergian dengan menggunakan pesawat.

“Ada yang namanya phobia sosial, yaitu takut akan situasi sosial tertentu, apakah takut berbicara di depan umum, lalu takut tidak diterima oleh kelompok . Selanjutnya Ada yang namanya Claustrophobia, yaitu takut pada tempat tertutup, misalnya berada di terowongan, berada di lift, biasanya orang masuk lift takut, karena lift kan ruangnya tidak besar. Kemudian, ada lagi yang namanya sophophobia yakni terhadap hewan,” terang dokter Lucky

Menurut dokter Lucky, beberapa penelitian menyebutkan bahwa phobia disebabkan karena seseorang  serangan panik yang menimbulkan gejala berupa detak jantung menjadi cepat, gagap atau tidak bisa berbicara dengan jelas, berkeringat, mual, tremor, nyeri perut, nyeri dada, pusing, bahkan merasa sesak. Phobia ini juga dapat disebabkan karena faktor genetic

“Jadi genetic ini sangat berperan pada seseorang yang mengalami phobia. Namun faktor lain seperti faktor lingkungan, trauma psikososial yang tadi saya sebutkan dan lain-lain juga berperan seseorang mengalami phobia,” ungkap dokter Lucky

“Ada beberapa penelitian yang membuktikan bahwa kembar satu telur atau mono zigot itu lebih sering itu lebih sering daripada kembar dizigot untuk mengalami resiko phobia,” tambahnya.

Ilustrasi

 Dokter Lucky menerangkan  perlu adanya kesimbangan hormon serotonin. hormon serotonin sangat penting bagi tubuh manusia karena mampu mengelola suasana hati, termasuk mencegah depresi. Kabar baiknya, ada cara mudah untuk meningkatkan kadar hormon serotonin dalam tubuh guna menjaga suasana hati tetap positif.

Hormon serotonin berperan sebagai neurotransmiter, yaitu pengantar sinyal antar jaringan saraf. Jadi, selain mempengaruhi suasana hati, hormon serotonin juga berperan dalam fungsi tubuh lainnya, seperti pencernaan, proses pembekuan darah, pembentukan tulang, dan fungsi seksual, tetap berjalan normal.

Keseimbangan hormon serotonin dapat membantu orang sembuh dari penyakit phobia. Selain itu, juga dibantu obat-obatan.

Ilustrasi

“Jadi pertama-tama tentu dibantu dengan obat, kemudian dibantu juga dari perubahan lifestyle  atau gaya hidup, mungkin dengan relaksasi  dan psychotherapy  juga membantu, karena penelitian menyebutkan psychotherapy pun bisa mempengaruhi keseimbangan  dari Neurotransmitter termasuk serotonin ini,” tutur dokter Lucky.

“Kamu juga bisa melakukan perawatan di rumah dengan melakukan teknik relaksasi agar cemas dan ketakutan yang kamu rasakan bisa ditangani. Melakukan latihan pernapasan saat fobia muncul juga bisa menjadi hal yang kamu lakukan untuk meredakan fobia atau cemas yang dirasakan,” tutup dokter Lucky.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *