BusinessEconomicHeadline NewsInvestment

Kepala BKPM Beberkan Lima Keluhan Investor, Ini Daftar Keluhannya

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Lembong mengakui ada keluhan yang disampaikan para investor saat akan menanamkan modalnya atau saat bisnisnya sedang  berjalan di Indonesia. Lembong menyebut ada lima point  yang selalu dikeluhan para investor. Lima keluhan itu paparkan Lembong di acara “Investment Outlook” terkait perkembangan kawasan industri terintegasi di Jakarta, Selasa, 10 Oktober 2017.

Keluhan pertaman adalah soal regulasi. Keluhan ini menjadi keluhan yang paling banyak disuarakan para investor. Lembong menjelaskan sedikitnya ada 43 ribu peraturan mulai dari Peraturan Presiden, Peraturan Menteri, Peraturan Kepala Lembaga hingga Peraturan Daerah itu berubah terus tanpa transisi lebih dahulu. Mungkin kompetensi kita dalam membuat kebijakan perlu diperbaiki.

Kemudian keluhan yang kedua adalah soal pajak. Terkait hal ini, banyak investor yang menilai pajak yang diterapkan di Indonesia terlalu mahal dan rumitnya sistem pajak di Indonesia.Menurut Lembong seharusnya pajak bukan hanya sekadar tanggung jawab Kementerian Keuangan, dalam hal ini Direktorat Jenderal Pajak, melainkan tanggung jawab bersama.

“Ini tanggung jawab kita bersama, untuk bagaimana membangun sistem dan budaya perpajakan yang fair. Jadi beban pajak jangan ke sektor industri saja,” katanya.

Keluhan yang ketiga, lanjut Lembong mengenai izin  lahan yang memakan waktu lama. Banyak investor asing yang kecewa dengan perizinan lahan yang berlarut-larut. Lembong menilai seharusnya perizinan lahan dapat diselesaikan secara cepat agar gairah Investor tetap menggelora untuk terus berbisnis di Indonesia. Jika izin lahan memakan waktu lama, maka yang dikhawatirkan para investor akan pindah ke negara lain .
“Di banyak pemerintah daerah, IMB (Izin Mendirikan Bangunan) itu bisa bertahun-tahun. Keluhan terakhir yakni soal infrastruktur yang dikeluhkan terlalu banyak digarap BUMN. Yang ini baru belakangan muncul,” tuturnya.lain lahan, investor juga mengeluhkan sulitnya izin mempekerjakan warga negara asing.

Ia menuturkan, minat investasi di Indonesia begitu tinggi terutama setelah kenaikan peringkat Indonesia oleh lembaga riset dan pemeringkat dunia masuk kategori “layak investasi”.

Pembangunan infrastruktur di Indonesia yang gencar dilakukan juga, tambah dia, ikut mendukung tingginya minat investasi.Ia bahkan menyebut pembangunan infrastruktur dalam lima tahun belakangan justru lebih banyak dibanding pembangunan pada 15 tahun sebelumnya.

Kendati demikian, ia mengkhawatirkan aspek perangkat lunak seperti regulasi dan sumber daya manusia yang harus juga mendukung minat investasi investor.

“Ini juga penting untuk membuat suatu kawasan bisa naik kelas sehingga bisa tetap menarik minat investasi,” katanya.

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button