Headline NewsTechTechnology

Kepala BSSN Dorong Kolaborasi Semua Elemen Untuk Perkuat Keamanan Siber

Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), Hinsa Siburia mengajak semua elemen yang berkaitan  dengan dunia siber,  untuk memperkuat kolaborasi agar serangan siber yang saat ini begitu masif dapat ditangkal. Tak dipungkiri, tantangan akan berkembang seiring perkembangan zaman, tantangan itu dapat berupa serangan atau peluang baru yang harus diambil.

Untuk menghadapi tantangan tersebut, maka yang dibutuhkan adalah kolaborasi yang kuat  antar semua elemen yang terlibat.

“Kolaborasi pemangku kepentingan keamanan siber hingga tingkat nasional merupakan kunci utama membangun ruang siber yang aman dan kondusif. BSSN sebagai koordinator bidang keamanan siber telah menjalin kolaborasi dengan berbagai sektor, termasuk dengan sektor pemerintah, infrastruktur informasi vital, ekonomi digital dan komunitas lainnya,” kata Hinsa, saat membuka webinar 3RD Datagov–AI e-Summit and e-Awards bertema “Data Governance: Data Privacy Protection and Security” yang diselenggarakan oleh Asosiasi Big Data dan AI, Selasa (24/11/2020).

Data yang dihimpun BSSN, saat ini telah terdeteksi  lebih dari 360 juta serangan siber pada periode bulan Januari hingga Oktober tahun 2020. Pencurian data menggunakan malware menjadi tren pada masa pandemi Covid-19.

Namun, menurut Hisa yang perlu lebih diperhatikan dan diwaspadai adalah serangan siber yang menyerang positional asset yang biasa disebut sebagai cyber influence operation.

“Serangan tersebut  yang menyasar psikologis individu atau masyarakat bahkan bangsa untuk memengaruhi ide, pilihan, pendapat, emosi, sikap, tingkah laku, opini, motivasi bahkan ideologi sesuai dengan kebutuhan penyerang,” ujar Hinca.

Hinsa juga mengajak untuk mengipmplementasikan pesan Presiden, bahwa  perlindungan data yang kini merupakan kekayaan jenis baru yang lebih berharga dari minyak, Hinsa juga menegaskan kedaulatan data harus diwujudkan, hak warga negara atas data pribadi harus dilindungi, regulasi harus segera disiapkan. Hinsa menyatakan tidak ada kompromi mengenai hal tersebut karena merupakan bagian dari kedaulatan bangsa Indonesia.

“Seharusnya berbagai kasus kebocoran data (data leak) dan pencurian data (data breach) yang terjadi pada beberapa platform e-commerce di Indonesia cukup memberikan gambaran betapa pentingnya mewujudkan kedaulatan data serta keamanan di ruang siber”, tegas Hinsa.

Kegiatan 3RD Datagov–Ai 2020 yang terdiri dari e-Summit, e-Awards dan e-Launching Book  mengundang nara sumber dari kalangan menteri, yakni  Menteri Riset dan Teknologi Republik Indonesia Bambang Permadi Soemantri Brojonegoro, Menteri Teknologi Komunikasi Informasi Republik Indonesia Jonny G Plate; Kepala Staf Kepresidenan Republik Indonesia Moeldoko, Direktur Jenderal Dukcapil Kementerian dalam Negeri Zudan Arif Fakrulloh dan Rektor Universitas Pertahanan Indonesia A. Octavian. Para nara sumber tersebut memberikan pesan atau masuka untuk kepentingan siber nasional.

 

 

 

 

 

 

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close