Transportation

Kereta Cepat Jakarta – Bandung Terancam Telat Beroperasi

Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil mengatakan, progres pembebasan lahan kereta cepat Jakarta-Bandung masih berjalan, sejak ditandatanganinya groundbreaking pada tahun 2016. Namun kini, jadwal pengoperasiannya diindikasikan mundur sekitar satu tahun. Semula, ditargetkan beroperasi pada Mei 2019, dan kini disebut mundur menjadi 2020.

“Sekarang lagi pembebasan lahan, Alhamdulillah tidak ada masalah. Saya sudah ketemu pak Presiden, beliau mengindikasikan 2020 Insya Allah sudah sudah bisa digunakan. Mundur setahun (dari 2019),” kata Emil ditemui di Hotel Shang-Ri La, Jakarta, Kamis 20 April 2017.

Meski demikian, ia enggan mengungkap kendala terhambatnya proyek tersebut sehingga pengoperasiannya mundur menjadi 2020. “Saya enggak tahu, tanya Presiden yah,” ujar dia.

Sebagai informasi, pada perjanjian konsesi pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung yang ditandatangani pada 2016, masa konsesi ditetapkan selama 50 tahun sejak 31 Mei 2019, dan tidak dapat diperpanjang, kecuali dalam keadaan kahar-seperti bencana. Artinya pada 31 Mei 2069 sarana prasarana kereta cepat diambilalih oleh pemerintah sepenuhnya.

Dengan berkurangnya masa pengoperasian kereta cepat, maka secara otomatis kerugian akan ditanggung oleh perusahaan konsorsium yakni PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC). Ditemui di tempat yang sama, Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi mengaku, pihaknya belum menerima informasi secara resmi pengunduran target pengoperasian kereta dengan panjang jalur 142,3 kilometer tersebut. Jika mundur, perjanjian konsesi akan dibahas kembali dengan pihak konsorsium.

“Jadi Kita harus melihat dari beberapa sisi, kalau pun akan mundur pasti ada kalkulasinya, tapi saya sampai sekarang belum ada pernyataan itu mundur. Nanti kalau ada itu mundur baru kita mikir,” katanya.

Ketika ditanya, apakah akan ada revisi perjanjian konsesi kereta cepat, Menhub pun berujar, masih akan mempertimbangkan hal tersebut. Ia mengaku tidak akan berlaku kejam kepada investor.

“Nah, orang mau invest saja kita sudah terima kasih, jangan kejam-kejam, kalau kejam-kejam mana ada orang mau invest dengan kita, jadi pola fikir itu harus kita seragamkan,” ujarnya.

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button